Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Translate Bakal Punah, Ini Penggantinya
    Insight News

    Google Translate Bakal Punah, Ini Penggantinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Agustus 2023Updated:23 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meta (Facebook) meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) bernama ‘SeamlessM4T’ yang bisa menerjemahkan dan menyalin hampir 100 bahasa dalam bentuk teks dan ucapan.

    Model AI ini tersedia secara publik (open source) bersamaan dengan ‘SeamlessAlign’, yakni kumpulan data penerjemahan untuk memberikan konteks yang lebih faktual.

    Tool penerjemahan ini digadang-gadang akan memudahkan netizen dalam menerjemahkan artikel, esai, pidato, hingga obrolan chat sehari-hari dengan lawan bicara asing.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Metodenya pun fleksibel, selain input teks ke teks (text-to-text), bisa juga suara ke suara (speech-to-speech) hingga suara ke teks (speech-to-text).

    “Model AI kami menyediakan penerjemahan yang memudahkan masyarakat berkomunikasi secara efektif dengan bahasa berbeda-beda,” kata Meta dalam blog resminya.

    “SeamlessM4T mengenali sumber bahasa tanpa harus mengandalkan model pengidentifikasian bahasa yang terpisah,” Meta menambahkan, dikutip dari TechCrunch, Rabu (23/8/2023).

    Dalam mengembangkan tool teranyarnya, Meta mengumpulkan miliaran kalimat dan 4 miliar jam audio yang tersebar di internet secara publik.

    Agaknya, tool AI terbaru dari Meta ini bisa jadi ancaman bagi Google Translate yang selama ini diandalkan netizen untuk menerjemahkan segala hal.

    Namun, ternyata Meta tak sendiri dalam berinvestasi ke model AI untuk penerjemahan. TechCrunch melaporkan bahwa sederet raksasa teknologi pun tengah mengembangkan model AI serupa.

    Google dikabarkan tengah menciptakan ‘Universal Speech Model’ sebagai bagian dari upaya lebih besar untuk memahami 1.000 bahasa paling banyak digunakan masyarakat dunia.

    Sementara itu, Mozilla pun mengembangkan ‘Common Voice’ yang merupakan pengoleksian suara multi-bahasa. Fungsinya melatih algoritma untuk memudahkan pengenalan suara secara otomatis.



    Artikel Selanjutnya


    Kiamat Dokter Makin Nyata Gegara ChatGPT, Cek Bukti Terbaru!

    (fab/fab)


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.