Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Ramal Petaka di Bumi, Manusia Bisa Selamat Pakai Ini
    Insight News

    Google Ramal Petaka di Bumi, Manusia Bisa Selamat Pakai Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 April 2024Updated:23 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Google telah menciptakan sistem berbasis kecerdasan buatan generatif (AI-generative) yang diklaim bisa memprediksi cuaca jauh lebih cepat dan ekonomis.

    Bahkan, sistem Google dikatakan mampu mendeteksi bencana ekstrem yang sulit diketahui dari prediksi cuaca, dikutip dari GreekReporter, Selasa (23/4/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Google mengatakan alat pendeteksi itu berbasis tool yang dinamai ‘Scalable Ensemble Envelope Diffusion Sampler (SEEDS) yang metodenya mirip dengan model bahasa besar (LLMs) pada tool AI-generatif di pasaran saat ini.

    SEEDS akan mengumpulkan berbagai skenario cuaca lebih cepat ketimbang model tradisional. Tim peneliti Google mempublikasikan temuannya pada jurnal ilmiah Science Advances pada akhir Maret lalu.

    Saat ini, prediksi cuaca cukup menantang dilakukan secara akurat, sebab banyak variabel yang harus dicermati untuk mendeteksi bencana besar, mulai dari badai hingga gelombang panas.

    Dengan situasi perubahan iklim yang kian parah, cuaca ekstrem menjadi lebih sering. Kemampuan untuk memprediksi secara akurat ‘petaka’ yang akan datang akan menyelamatkan banyak manusia.

    Sebab, manusia bisa memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana.

    Saat ini, prediksi cuaca yang dilakukan dengan metode tradisional bisa diandalkan untuk meramalkan cuaca pada skenario normal. Misalnya mendeteksi musim kemarau yang lebih hangat. Namun, untuk meramalkan kondisi yang lebih unik, dibutuhkan alat lebih canggih seperti sistem Google.

    SEEDS menciptakan model prediksi berdasarkan pengukuran fisik dari firma pendeteksi cuaca. Analisis ini mempelajari hubungan antara unit energi potensial per massa medan gravitasi bumi di pertengahan troposfer dan tekanan permukaan laut.

    Dua ukuran umum ini kerap digunakan dalam peramalan cuaca. Bedanya, metode tradisional bisa memberikan sekitar 10 prediksi. Sementara itu, dengan menggunakan AI, SEEDS dapat menciptakan hingga 31 prediksi.



    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.