Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Kena Kasus Bertubi-Tubi, Microsoft Tak Ada Harapan
    Insight News

    Google Kena Kasus Bertubi-Tubi, Microsoft Tak Ada Harapan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2023Updated:15 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Microsoft tetap tidak bisa mengalahkan dominasi Google dalam persaingan mesin pencari. Google tetap di atas, meski tengah kena kasus bertubi-tubi di berbagai negara.

    Laporan StatCounter menyebutkan Google mengantongi pangsa pasar 88,07%. Perusahaan meninggalkan jauh para pesaingnya termasuk Bing, mesin pencarian Microsoft, yang berada di urutan kedua dengan hanya mendapatkan bagian 6,89%, dikutip dari Tech Spot, Selasa (14/11/2023).

    Dominasi Google makin merajalela jika melihatnya secara global. Berdasarkan laporan per Oktober 2023, pangsa pasarnya mencapai 91,55% berbanding 3,11% yang dimiliki Microsoft.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kabar buruk lainnya, Microsoft juga harus menghadapi penurunan pangsa pasar.  Tercatat pada Oktober 2022 sebesar 3,59% atau menurun 0,48%.

    Di AS, pangsa pasar Bing juga merosot selama 12 bulan terakhir. Yakni dari 7,4% pada Oktober 2022 menjadi 6,89% di bulan lalu.

    Capaian yang didapatkan Microsoft tidak sebanding dengan kerja keras yang dilakukan perusahaan. Microsoft diketahui telah mengintegrasikan Bing dengan chatbot populer milik OpenAI, ChatGPT.

    Bukan hanya dengan Bing, Microsoft juga mengintegrasikan ChatGPT dengan banyak produk dan layanannya. Misalnya Windows Copilot yang akan mengaktifkan Bing Chat.

    Integrasi itu harusnya bisa jadi penantang serius dalam dominasi Google. Sayang kerja sama Microsoft dan OpenAI hanya berhasil mengganggu nilai saham Google bukan menjadi ‘pembunuh’ mesin pencariannya.

    Google juga bukan hanya diam melihat pesaingnya berusaha menjatuhkan dominasi perusahaannya. Tak lama setelah ChatGPT diluncurkan, perusahaan diketahui menyiapkan platform penantang bernama Bard.


    Artikel Selanjutnya


    Bukti Terbaru Google Makin Ditinggal, Ini Penggantinya

    (npb/npb)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.