Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Kena Denda Rp 5,7 Triliun, Kasus Apa?
    Insight News

    Google Kena Denda Rp 5,7 Triliun, Kasus Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Juli 2022Updated:19 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google didenda 21,1 miliar rubel (sekitar Rp 5,7 triliun) oleh pengadilan Moskow karena berulang kali gagal untuk menghapus konten yang dianggap ilegal oleh Rusia.

    Konten yang dianggap gagal tersebut seperti “berita palsu” tentang konflik di Ukraina, kata regulator komunikasi Rusia, dikutip dari Reuters, Selasa (19/7/2022).

    Moskow telah lama keberatan dengan distribusi konten platform teknologi asing yang melanggar batasan yang telah mereka tetapkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tetapi perselisihan itu mencapai puncaknya sejak Moskow mengumpulkan angkatan bersenjata sebelum mengirim mereka ke Ukraina pada Februari lalu.

    YouTube juga menjadi target kemarahan negara, tetapi, tidak seperti Facebook dan Instagram Twitter dan Meta Platforms, platfor tersebut belum diblokir.

    Regulator, Roskomnadzor, mengatakan Pengadilan Distrik Tagansky telah mendenda Google 21,1 miliar rubel karena berulang kali gagal membatasi akses segera ke materi terlarang, dan mengkritik YouTube secara khusus.




    Foto: Google (REUTERS/Benoit Tessier)

    Dikatakan bahwa YouTube tidak menghapus kepalsuan tentang jalannya operasi militer khusus di Ukraina, yang mendiskreditkan angkatan bersenjata Federasi Rusia.

    Ia juga mengatakan YouTube mengizinkan konten yang mempromosikan pandangan ekstremis dan menyerukan anak-anak untuk berpartisipasi dalam protes yang tidak sah.

    Google, yang dapat mengajukan banding, tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Denda itu dihitung sebagai bagian dari omset tahunan Google di Rusia. Raksasa mesin pencarian itu sebelumnya telah diberikan hukuman serupa 7,2 miliar rubel akhir tahun lalu.

    Rekening bank unit Rusia Google telah disita, hal ini mendorong anak perusahaan untuk mengajukan kebangkrutan dan membuat tidak mungkin untuk membayar staf dan vendor.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Jreng! Google-Facebook Cs Wajib Ungkap Algoritmanya di Eropa

    (roy/roy)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.