Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Kecam Uni Eropa, Gegara Lebih Lunak ke Apple
    Insight News

    Google Kecam Uni Eropa, Gegara Lebih Lunak ke Apple

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2021Updated:27 September 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Google milik Alphabet Inc mengkritik perlakuan regulator anti monopoli Uni Eropa (UE) yang dianggap lebih lunak kepada kompetitor mereka, yaitu Apple Inc.

    Google mengatakan kepada panel lima hakim dalam sidang di Pengadilan Umum, Luksemburg bahwa Android telah menjadi kisah sukses besar persaingan di tempat kerja. Ini berbeda dengan milik Apple yang diklaim terlalu merugikan penggunanya.

    “Komisi menutup mata terhadap dinamika persaingan yang nyata dalam industri ini, antara Apple dan Android,” kata pengacara Google Matthew Pickford kepada pengadilan, dikutip dari Reuters, Senin (27/9/2021).

    “Dengan mendefinisikan pasar terlalu sempit dan mengecilkan batasan kuat yang dipaksakan oleh Apple yang sangat kuat, Komisi telah keliru menemukan Google menjadi dominan di sistem operasi seluler dan toko aplikasi, padahal sebenarnya adalah pengganggu pasar yang kuat,” tambahnya.

    Pengacara komisi Nicholas Khan mengatakan menolak bersikap lunak kepada Apple karena pangsa pasarnya yang kecil dibandingkan dengan Android.

    “Membawa Apple ke dalam gambar tidak banyak mengubah banyak hal. Google dan Apple mengejar model yang berbeda,” katanya kepada pengadilan.

    “Perilaku Google menolak peluang untuk kompetisi,” katanya, mengutip perjanjian yang memaksa produsen ponsel untuk menginstal Google Search, browser Chrome, dan toko aplikasi Google Play di perangkat Android mereka, dan pembayaran untuk menginstal Google Search terlebih dahulu.

    Android yang gratis untuk digunakan, ditemukan di sekitar 80% smartphone dunia. Kasus ini adalah yang paling penting dari tiga kasus Uni Eropa melawan Google karena kekuatan pasar Android. Google telah mengumpulkan lebih dari 8 miliar euro dalam denda antimonopoli Uni Eropa dalam dekade terakhir.

    Sebelumnya Komisi Eropa mendenda Google 4,34 miliar euro atau Rp 72,4 triliun (asumsi Rp 16.600/euro) pada tahun 2018. Mereka mengatakan Google menggunakan sistem operasi Android sejak 2011 untuk mengalahkan saingannya dan memperkuat dominasinya dalam pencarian internet umum.

    [Dexpert.co.id]

    (hoi/hoi)



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.