Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google-FB Satu Suara Blokir Kanada Gegara Ikut Aturan Jokowi
    Insight News

    Google-FB Satu Suara Blokir Kanada Gegara Ikut Aturan Jokowi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Mei 2023Updated:5 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google dan Meta satu suara untuk memblokir akses konten berita di Kanada. Aksi tersebut dilancarkan jika pemerintah Kanada mengesahkan aturan ‘Bill C-18’.

    Aturan tersebut mengharuskan perusahaan internet semacam Google dan Facebook untuk membayar komisi ke perusahaan media yang memproduksi konten berita dan disebarkan melalui platform mereka.

    Wacana soal aturan yang dinamai ‘Bill C-18’ tersebut sudah digaungkan sejak beberapa bulan terakhir. Dari awal, Google tegas menolak aturan tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hingga kini, aturan tersebut belum diketok palu. Vice President of News Google, Richard Gingras di depan komite senat Kanada mengatakan tak mampu mengikuti aturan pemerintah.

    “Kami tak memiliki kemampuan keuangan jika harus membayar media atas tautan yang tersebar di platform kami, yang mengarah ke situs mereka,” kata dia dalam testimoninya, dikutip dari Reuters, Kamis (4/5/2023).

    Lebih lanjut, Gingras mengatakan Google terpaksa menghapus semua tautan artikel yang terpatri di mesin pencari Kanada. Beberapa bulan lalu, Google sudah menguji coba pemblokiran konten berita di Kanada.

    Langkah itu disebut oleh Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, sebagai “kesalahan besar”. Trudeau mengatakan tak bakal termakan gertakan Google.

    Google sesumbar sepanjang 2022 ada 3,6 miliar kali berita media Kanada diklik via mesin pencari. Menurut Google, pihaknya justru membantu perusahaan media menggaet audiens lebih luas.

    Head of Public Policy Meta, Rachel Curran, juga mengumbar data serupa. Ia mengatakan ada 1,9 miliar kali link berita di Kanada diklik via Facebook. Curran mengatakan memberikan strategi pemasaran gratis yang nilainya bisa mencapai US$ 230 juta.

    Perlu dicatat, pada 2021 lalu, aturan serupa Bill-C18 berlaku di Australia. Kala itu, Google dan Meta melayangkan ancaman blokir serupa, namun akhirnya patuh ke aturan tersebut.

    Di Indonesia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini juga mengumbar wacana pemberlakuan aturan serupa yang dinamai ‘Publisher Rights’. Aturan tersebut masih digodok bersama dengan lembaga independen dan perusahaan teknologi.



    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.