Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Digugat Gara-Gara Panen Data Tanpa Izin, Ngeri!
    Insight News

    Google Digugat Gara-Gara Panen Data Tanpa Izin, Ngeri!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2023Updated:15 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google digugat lantaran diduga mencuri data pribadi pengguna secara diam-diam untuk melatih tool AI ‘Bard’. Gugatan tersebut dilayangkan firma hukum asal California, Clarkson.

    Sebelumnya, Clarkson juga menggungat OpenAI dengan alasan yang sama. Layanan ChatGPT buatan OpenAI dituduh membahayakan privasi pengguna.

    Clarkson menuduh Google menginvasi privasi pengguna, menyalahi aturan hak cipta, serta mengambil keuntungan dari data pribadi pengguna secara ilegal.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Google telah memanen informasi personal dan profesional, karya kreatif dan hak cipta, fotografi, serta email pengguna. Semua itu demi melatih tool AI Google Bard demi keuntungan komersil,” begitu tertera pada dokumen gugatan yang dimasukkan pada 11 Juli lalu di Pengadilan Negeri California.

    Gugatan ini menyusul pembaruan kebijakan privasi Google yang dirilis pekan lalu, dikutip dari Mashable, Jumat (14/7/2023).

    Google mengatakan semua hal yang dibagikan di internet secara publik bisa ‘dipanen’ oleh layanan tersebut.

    “Google menggunakan informasi untuk meningkatkan layanan kami dan mengembangkan produk baru, fitur, serta teknologi yang bermanfaat bagi pengguna,” tertulis pada kebijakan baru Google.

    “Contohnya, kami menggunakan informasi yang tersedia secara online untuk melatih model AI dan membangun produk dan fitur seperti Google Translate, Bard, dan kemampuan Cloud AI,” perusahaan menambahkan.

    Klausa ini bisa dibaling ‘tak biasa’ dalam kebijakan privasi layanan internet. Biasanya, kebijakan privasi merujuk pada informasi yang di-posting pengguna di dalam platform perusahaan.

    Namun, dari penjabaran Google, ada kesan perusahaan akan turut memanen data yang di-posting secara online di web publik. Artinya, seluruh dunia maya akan jadi ‘playground’ pelatihan bagi tool AI Google.

    Menanggapi gugatan hukum dari Clarkson, General Counsel Google Halimah DeLaine Prado menegaskan bahwa hal itu tak berdasar.

    “Kami menggunakan data dari sumber publik yang dirilis ke web terbuka untuk melatih model AI,” kata dia, dilaporkan Reuters.



    Artikel Selanjutnya


    Duit Habis Buat Bikin ChatGPT, Google PHK Robot Pekerja

    (fab/fab)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.