Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google dan Apple Tersandung Masalah di Korsel, Ada Apa?
    Insight News

    Google dan Apple Tersandung Masalah di Korsel, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Agustus 2021Updated:24 Agustus 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Korea Selatan kemungkinan akan melarang Google dan Apple dari kewajiban pengembang untuk menggunakan sistem pembayarannya. Artinya menghentikan kedua raksasa teknologi itu atas komisi pada pembelian di dalam aplikasi.

    Jika ini berlaku menjadi pembahasan pertama pada raksasa teknologi oleh ekonomi besar. Diharapkan pada Selasa, undang-undang parlemen dan komite peradilan diharapkan bisa menyetujui amandemen aturan yang dijuli sebagai hukum anti Google.

    Aturan itu membidik operator toko aplikasi besar dengan posisi pasar yang dominan. Apabila RUU tersebut disetujui maka akan masuk dalam pemungutan suara pada hari Rabu, dikutip Reuters, Selasa (24/8/2021).

    Sebenarnya anggota parlemen di Korea Selatan telah mendesak struktur komisi sejak pertengahan tahun lalu.

    Sayangnya baik Google dan Apple tidak langsung segera bersedia untuk dimintai keterangan mengenai persoalan ini.

    Dua raksasa teknologi itu telah mendapatkan kritikan global karena persoalan komisi ini. Software pengembang harus memakai toko aplikasi mereka untuk menggunakan sistem pembayaran dalam aplikasi.

    Komisi yang dibebankan untuk pembelian dalam aplikasi mencapai 30%. Aturan ini berlaku bagi pengembang aplikasi game, dan deprluas dalam platform musik atau webtoon.

    “Untuk aplikasi game, Google telah memaksa pengembang aplikasi menggunakan sistem pembayarannya, dan ini diperluas pada aplikasi lain seperti musik atau webtoon,” kata Manajer Umum di Korea Internet Corporation Association, Kwon Se Hwa.

    Di Korea Selatan, Google memang mendapat untung besar dari toko aplikasinya. Laporan pemerintah yang diterbitkan tahun lalu, pada 2019 Google Play Store mencatatkan pendapatan hampir 6 triliun won atau Rp 74 triliun.

    Tahun lalu, Google juga menjanjikan akan menurunkan baya layanan yang dibebankan pada pengembang di toko aplikasi. Perusahaan menurunkan dari 30% menjadi 15% dari US$1 juta pertama yang diperoleh dalam pendapatan setahun.

    Apple juga melakukan keputusan yang serupa. Untuk perusahaan itu, pembelian dalam aplikasi telah menjadi bagian penting senilai US$53,8 miliar atau Rp775,2 triliun.

    Selain di Korea Selatan, Amerika Serikat (AS) juga membuat rancangan aturan untuk perusahaan teknologi. Yakni pada perusahaan dengan toko aplikasi yang dianggap telah banyak mengendalikan pasar, termasuk Apple dan Google.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.