Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Buka Fakta Baru Soal Raja Hacker Dunia Utusan Putin
    Insight News

    Google Buka Fakta Baru Soal Raja Hacker Dunia Utusan Putin

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Agustus 2024Updated:31 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Google buka-bukaan soal kelompok peretas bernama APT29. Kelompok ini dilaporkan terkait dengan pemerintah Rusia, khususnya Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia atau SVR.

    Dalam sebuah laporan, Google mengatakan memiliki bukti peretas menggunakan eksploitasi yang identik atau sangat mirip dengan yang dibuat oleh pembuat software mata-mata Intellexa dan NSO Group.

    Namun Google belum tahu cara pemerintah Rusia bisa menggunakan eksploitasi tersebut. Namun ini bisa jadi contoh cara eksploitasi yang dikembangan pembuat software ke tangan aktor ancaman berbahaya, yang dalam hal ini merujuk pada APT29.

    Kode eksploitasi tersembunyi berhasil ditemukan pada situs web pemerintah Mongolia. Kejadiannya berkisar November 2023 hingga Juli 2024.

    Ponsel yang digunakan mengakses situs selama delapan bulan itu akan diretas. Serangan watering hole ini akan mencuri data dan juga password milik korban, dikutip dari Tech Crunch, Jumat (30/8/2024).

    Para peretas menargetkan iPhone dan iPad. Yakni bertujuan mencuri cookie akun yang tersimpan di dalam Safari, khususnya penyedia email sebagai hosting akun pribadi dan pemerintah Mongolia.

    Cookie yang dicuri kemudian digunakan untuk mengakses akun pemerintah. Dua peretasan langsung dilakukan untuk mencuri cookie pengguna yang tersimpan di Chrome.

    Sementara itu NSO Group memastikan tidak menjual produknya pada Rusia. Konsumennya hanya pada otoritas yang ada di Amerika Serikat (AS) dan Israel.

    “NSO tidak menjual produknya ke Rusia. Teknologi kami dijual secara eksklusif kepada badan inteligen dan penegakan hukum AS dan Israel yang telah diverifikasi. Sistem dan teknologi kami aman dan dipantau mendeteksi serta menetralkan ancaman eksternal,” jelas perusahaan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kalah Gugatan, Google Terbukti Monopoli Mesin Pencarian




    Next Article



    Sosok Raja Hacker Buronan Dunia Akhirnya Terungkap, Ini Orangnya



    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.