Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Bayar Rp 125 T, Bikin HP Samsung Sesak Aplikasi
    Insight News

    Google Bayar Rp 125 T, Bikin HP Samsung Sesak Aplikasi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 November 2023Updated:14 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google berusaha keras untuk mendominasi internet. Bahkan rela menggelontorkan US$8 miliar atau Rp 125 triliun untuk membayar Samsung.

    Uang tersebut digunakan agar seluruh produknya tetap menjadi default dalam ponsel Samsung, dikutip dari Android Authority, Selasa (14/11/2023).

    Adapun produk yang dimaksud antara lain Google Search, Google Assistant, dan juga Play Store. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Informasi ini diketahui saat sidang antara Google dengan Epic. Pengacara Epic menanyakan soal kesepakatan antara Google dengan Samsung kepada James Kolotouros selaku Wakil Presiden Partnership Google.

    Kolotorouros juga menjelaskan setengah hingga lebih pendapatan Play Store berasal dari ponsel dan perangkat lain Samsung.

    Pada 2019 laporan yang sama juga pernah terdengar. Google disebut melakukan Project Banyan untuk menginvestasikan sejumlah dana dengan tujuan mempertahankan Play Store berada dalam perangkat Samsung bersama dengan Galaxy Store.

    Bahkan menurut laporan, Google menawarkan membayar US$200 juta (Rp 3,1 triliun) selama empat tahun untuk Galaxy Store ada di dalam Play Store. Bayaran juga termasuk untuk sistem penagihan aplikasinya.

    Namun rencana akhirnya batal. Berdasarkan sebuah laporan, Google menandatangani tiga kesepakatan dengan Samsung senilai US$8 miliar.

    Project Banyan akhirnya dihentikan. Berdasarkan email internal pada 2019, mantan pimpinan operasi Google Play, Jamie Rosenberg mengatakan penutupan proyek karena dirasa akan menimbulkan persaingan antar tim toko aplikasi.

    Sementara itu, Epic berusaha membuktikan jika Google tidak pernah menyarankan adanya toko aplikasi pihak ketiga dalam perangkat Android. Raksasa mesin pencarian disebut mengeluarkan uang agar Google Play Store telah tersedia pra-instal dan menjadikannya sebagai aplikasi default dalam perangkat.

    Kesepakatan yang dilakukan Google telah terjadi sejak lama. Praktik ini disebut tengah diawasi dalam gugatan anti monopoli terpisah.



    Artikel Selanjutnya


    Update Kasus Google, Masa Depan Internet Terombang-Ambing

    (npb/npb)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.