Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Bayar Mahal Rp 41 Triliun Buat Rekrut Sosok Jenius Ini
    Insight News

    Google Bayar Mahal Rp 41 Triliun Buat Rekrut Sosok Jenius Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2024Updated:28 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Google rela merogoh kocek US$2,7 miliar (Rp 40 triliun) untuk merekrut kembali seorang jenius kecerdasan buatan (AI) yang resign dari perusahaan. Ia adalah Noam Shazeer, yang meninggalkan perusahaan teknologi raksasa itu tiga tahun lalu untuk mendirikan startup sendiri.

    Shazeer adalah seorang insinyur perangkat lunak berusia 48 tahun yang menjadi salah satu dari beberapa ratus karyawan pertama Google pada 200 silam.

    Ia meninggalkan perusahaan pada 2021 setelah Google menolak permintaannya merilis bot obrolan yang telah ia kembangkan bersama seorang kolega, Daniel De Freitas.

    Shazeer dan De Freitas kemudian mendirikan Character.AI, yang tumbuh menjadi salah satu perusahaan rintisan AI terpopuler di Silicon Valley. Startup tersebut bahkan telah mencapai valuasi US$1 miliar tahun lalu.

    Beberapa waktu lalu, Google dan Character.AI mengumumkan bahwa Shazeer, De Freitas, dan beberapa anggota tim peneliti Character.AI akan bergabung dengan unit AI Google, DeepMind.

    Pada saat kesepakatan tersebut, Character.AI mengatakan mereka memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif bulanan.

    Google membayar Character.AI sebesar US$2,7 miliar untuk melisensikan teknologinya serta agar Shazeer dan timnya setuju untuk bekerja di perusahaan tersebut.

    Kesepakatan lisensi merupakan pengaturan unik yang memungkinkan Google untuk segera mengakses kekayaan intelektual Character.AI tanpa harus menunggu persetujuan regulasi dan tanda tangan birokrasi yang akan diperlukan jika perusahaan tersebut diakusisi penuh.

    Shazeer memang dipandang sangat berbakat di bidang AI. Eric Schmidt, mantan CEO Google, yakin ia mampu membangun model AI setara kecerdasan manusia.

    “Jika ada orang yang dapat saya pikirkan di dunia ini yang mungkin melakukannya, itu adalah dia,” kata Schmidt, dikutip dari NewYork Post, Jumat (27/9/2024).

    Di 2017, Shazeer dan koleganya Daniel, bekerja sama membuat chatbot bernama Meena. Menurut Journal, ia begitu yakin akan Meena sehingga meramal suatu hari nanti mesin pencari Google akan digantikannya. Namun, eksekutif Google menganggap terlalu berisiko untuk merilis Meena.

    Google menunjuk Shazeer, yang meraup ratusan juta dolar dalam transaksi tersebut, untuk menjadi salah satu dari tiga orang yang akan memimpin upaya perusahaan untuk membangun versi terbaru Gemini.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Hotel 3D Pertama Berdiri di AS Dibangun dengan Printer Vulcan

    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.