Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Bakal PHK Lagi, 12.000 Masih Kurang!
    Insight News

    Google Bakal PHK Lagi, 12.000 Masih Kurang!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Januari 2023Updated:24 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Miliarder hedge-fund Christopher Hohn mendesak Alphabet, induk perusahaan Google, untuk memperluas PHK yang telah mereka lakukan menjadi setidaknya 20% dari jumlah total karyawan.

    Ia mengatakan bahwa 12.000 PHK yang sudah lebih dulu dilakukan tidak cukup untuk mengurangi basis biaya raksasa teknologi itu.

    Hohn, miliarder pendiri hedge fund aktivis The Children’s Investment Fund Management, yang memegang US$6 miliar saham di Alphabet, menulis kepada CEO Sundar Pichai tertanggal 20 Januari.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam surat tersebut ia menguraikan keprihatinannya terhadap PHK yang diumumkan minggu lalu.

    Dia mengatakan bahwa staf Google dibayar lebih dan 12.000 PHK yang diakukan setara dengan sekitar 6% dari tenaga kerja Alphabet, harus diperluas hingga setidaknya 20%.

    “12.000 pekerjaan adalah langkah ke arah yang benar, tetapi itu bahkan tidak membalikkan pertumbuhan jumlah karyawan yang sangat kuat di tahun 2022. Pada akhirnya manajemen perlu melangkah lebih jauh,” tulis Hohn, dikutip dari Marketwatch, Selasa (24/1/2023).

    Dia menyarankan agar Alphabet memangkas tenaga kerjanya menjadi sekitar 150.000 dari jumlah karyawan totalnya pada akhir tahun 2021.

    Hohn juga meminta Google untuk menyelidiki kompensasi karyawan yang berlebihan. Gaji karyawan Alphabet rata-rata pada tahun 2021, katanya, hampir US$300.000 dan banyak yang lebih lebih tinggi.

    “Persaingan untuk bakat di industri teknologi telah turun secara signifikan sehingga memungkinkan Aplhabet mengurangi kompensasi per karyawan secara material,” jelas Hohn.

    Dia menambahkan bahwa Alphabet harus membatasi pembayaran berbasis saham kepada karyawan, mengingat harga saham perusahaan yang sedang tertekan. Saham kelas A Alphabet telah turun 25% selama 52 minggu terakhir.

    Pada bulan November, dia memberitahu perusahaan bahwa Alphabet memiliki terlalu banyak karyawan dan mendorong langkah-langkah pemotongan biaya.

    Dia juga bukan investor pertama yang menuntut perusahaan teknologi untuk merampingkan operasi mereka secara agresif. Sejumlah manajer dana lindung nilai yang banyak berinvestasi di saham teknologi baru-baru ini menyerukan pengurangan biaya yang cukup besar, termasuk pemutusan hubungan kerja.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Startup Ini Bangun Internet Laser, Kirim Data ke Luar Angkasa

    (tib)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.