Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gojek & Grab Cs Berlomba Caplok Bank, Apa Kata OJK?
    Insight News

    Gojek & Grab Cs Berlomba Caplok Bank, Apa Kata OJK?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 November 2021Updated:20 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi gencar mengakuisisi bank digital. Sebut saja Gojek dengan Bank Jago, induk Shopee dan Sea Group menjadi pemegang saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE).

    Kepala Departemen Riset Sektor Jasa Keuangan OJK, Inka Yusgiantoro menjelaskan selama 2020 ada 6 raksasa teknologi yang mengakuisisi bank buku 2 dan 3. Menurutnya ini menjadi aksi yang umum dilakukan perusahaan hitungan bisnis.

    Ada sejumlah alasan akuisisi oleh perusahaan teknologi seperti meningkatkan skala sektor pembayaran dan memperkuat permodalannya.

    “Tren sekarang ada beberapa alasan antara lain mempercepat scale-up terutama pembayaran di bank, memajukan ekosistem digital. Dari sisi bank masuknya big tech (raksasa teknologi) terkait memperkuat permodalannya,” jelasnya

    Dia mengatakan OJK akan terus memastikan perusahaan teknologi yang mengakuisisi bank bisa menjalankan usaha perbankan di masa depan dengan baik. Pihaknya akan terus memonitor perkembangan setelah aksi akuisisi.

    “Otoritas tentunya terus memonitor perkembangan post akuisisi ini apakah ada perubahan risiko di bank tersebut, dan bagaimana dampaknya ke sistem stabilitas keuangan maupun upaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan dari masing-masing bank,” jelasnya.

    CEO Bank Raya, Kaspar Situmorang menjelaskan kepemilikan perusahaan teknologi pada sejumlah bank menjadi satu bagian perbankan dalam 5-10 tahun ke depan. Ini termasuk dalam kelompok bank digital yang jadi bagian perbankan dalam 5-10 tahun lagi.

    Ini bersama dengan tiga tipe bank lain, salah satunya bagian dari ekosistem konglomerasi bank seperti BCA dengan Blu. Kedua adalah bank digital yang bagian dari ekosistem non-grup konglomerasi keuangan, seperti CT group dengan Allobank.

    “Ketiga adalah bank digital bagian dari fintech, nah ada neocommerce. Keempat adalah bank digital bagian daripada teknologi platform tadi lihat dari sea bank bagian dari Shopee, GoTo dengan Bank Jago,” kata Kaspar.

    Menurutnya dari empat tipe bank digital, dalam 3-5 tahun menjadi peluang baru. Sebab adanya konsolidasi bank umum berdasarkan POJK no 12 tahun 2021 yang menghimbau adanya konsolidasi terhadap bank buku 1 dan 2 dimana harus memiliki minimum modal.

    “Ini percaya mendorong konsolidasi tadi dan tentunya akhirnya postur perbankan akan jauh lebih baik. Paling beruntung adalah customer karena mendapatkan produk-produk terjangkau harganya dan lebih cepat aksesnya,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.