Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Glaukoma Bisa Bikin Buta Permanen, Jangan Remehkan Gejalanya!
    Inspiring You

    Glaukoma Bisa Bikin Buta Permanen, Jangan Remehkan Gejalanya!

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman23 Juni 2023Updated:24 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Glaukoma merupakan penyakit mata yang menyerang saraf penglihatan. Jika tidak terdeteksi hal ini dapat menyebabkan kebutaan secara permanen.

    Glaukoma sering disebut sebagai si pencuri penglihatan karena umumnya glaukoma tidak memiliki gejala sehingga seringkali pasien glaukoma tidak menyadari bahwa dia menderita glaukoma.

    Spesialis Mata Konsultan, dr. Astrianda Nadya Suryono, Sp, M (K) mengatakan bahwa glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang ditandai dengan penyempitan lapang pandang, di mana tekanan bola mata merupakan faktor risiko yang utama.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jadi glaukoma adalah suatu penyakit yang mengenai saraf mata atau nervus optikus dan ini berbahaya. Sebab apabila terdeteksi sudah lanjut maka dapat menyebabkan kebutaan yang sifatnya permanen da penyakit ini berjalan dengan kronis namun berprogresif sehingga pasien mengalami kebutaan dari pinggir sampai ke tengah,” kata dr. Astrianda N. Suryono, Sp, M (K) dalam akun Youtube RSCM beberapa waktu lalu.

    Lebih lanjut ia mengatakan bahwa tanda yang dialami pasien dilihat berdasarkan waktu penyakitnya yakni tipe kronis dan akut. Kronis terjadi secara perlahan tanpa rasa sakit dan tanpa gejala mata merah. Sedangkan yang akut terjadi secara mendadak, disertai nyeri, disertai buram penglihatan dan mata merah.

    Jika ditinjau dari segi kelainan anatomisnya ada yang disebut dengan glaukoma sudut terbuka dan glaukoma sudut tertutup. Pada sudut terbuka umumnya dapat terjadi kronis dan seringkali tanpa gejala, biasanya tekanan bola mata tidak terlalu ekstrim tinggi. Sedangkan pada sudut tertutup tekanan bola mata akan sangat tinggi sehingga menyebabkan rasa sakit atau tidak nyaman.

    Adapun penyebab glaukoma hingga saat ini belum diketahui. Akan tetapi faktor risiko seperti genetika atau ada keluarga dengan riwayat glaukoma bisa menjadi penyebabnya.

    Faktor lainnya adalah berusia lebih dari 40 tahun, memiliki anggota keluarga yang menderita Glaukoma, memakai kacamata minus atau plus yang tebal, terdapat riwayat cedera mata, kencing manis, darah tinggi, dan pemakaian obat anti radang steroid dalam jangka panjang.

    Jika sudah ada faktor risiko sebaiknya secara aktif datang ke dokter mata untuk diskrining agar Glaukoma bisa terdeteksi sejak dini dan pengobatan pun bisa dilakukan untuk memperlambat jalannya penyakit dan mencegah terjadinya kebutaan permanen.

    Beberapa gejala yang umum terjadi pada penderita glaukoma adalah sebagai berikut:

    -Mata terlihat berkabut

    -Sakit kepala

    -Nyeri pada area mata

    -Mual dan muntah

    -Mata memerah

    -Penglihatan terlihat kabur

    -Jarak pandang menyempit, seperti muncul tunnel vision atau penglihatan mengerucut ke depan membentuk terowongan

    -Munculnya titik berwarna kehitaman yang terlihat melayang-layang mengikuti gerakan mata

    Demikian gejala umum penderita glaukoma. Semoga bermanfaat!

    (fab/fab)


    Innovation Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.