Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gerhana Matahari Total 8 April, Astronom Arab Ungkap Fakta Mengejutkan
    Insight News

    Gerhana Matahari Total 8 April, Astronom Arab Ungkap Fakta Mengejutkan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 April 2024Updated:8 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gerhana Matahari Total berlangsung pada hari ini, 8 April 2024. Fenomena ini tak bisa diamati langsung oleh masyarakat Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ada tiga negara yang akan menyaksikan fenomena langka ini, menurut keterangan NASA. Masing-masing adalah Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada. Di setiap wilayah, waktu pengamatannya berkisar 3-4 menitan.

    Bersamaan dengan fenomena ini, Asosiasi Astronomi Uni Arab Emirat (UAE) mengatakan akan ada dampak pada penampakan hilal awal Syawal yang menandai Hari Raya Idul Fitri 1445 H/2024 M.

    Ketua Asosiasi Astronomi UAE, Al Jarwan, mengatakan Gerhana Matahari Total akan membuat pengamatan Bulan Sabit setelah Matahari terbenam akan menjadi sulit.

    Bulan sabit awal Syawal akan baru terlihat keesokan harinya atau pada Selasa, 9 April 2024. Kelahiran bulan sabit Syawal adalah tanda bulan baru. Ini menjadi sinyal berakhirnya bulan Ramadan.

    Untuk itu bisa diprediksi Hari Raya Idul Fitri berdasarkan fenomena tersebut. Melansir Gulf News, Asosiasi Astronom UEA memperkirakan Lebaran jatuh pada Rabu, 10 April 2024 mendatang.

    Lokasi dan Durasi Gerhana Matahari Total 8 April 2024

    Cara Menyaksikan Gerhana Matahari Total 8 April 2024

    Anda dapat menyaksikan proses Gerhana Matahari Total 8 April 2024 di kanal YouTube NASA Spanyol. Kanal tersebut akan menyediakan siaran langsung secara online selama proses.

    Link YouTube NASA: https://www.youtube.com/live/-VglV73zVvU?si=8D9utVJLJ4_SLZSv

    [Gambas:Youtube]

    BMKG Ungkap Ledakan Matahari Bersamaan Gerhana Matahari Total 8 April 2024

    Selain Gerhana Matahari Total, ada juga fenomena lain yang terjadi bersamaan, yakni ledakan Matahari.

    “Saat menyaksikan GMT [Gerhana Matahari Total] 8 April 2024, menurut National Center for Atmospheric Research(NCAR) akan terlihat ledakan-ledakan di Matahari, saat totalitas Gerhana Matahari, pandangan matahari dari Bumi terhalang oleh bulan dan menyisakan sisi tepi. Pada sisi tepi inilah di Bumi bisa menyaksikan tepian plasma Matahari tampak meledak-ledak,” kata Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dikutip dari laman resminya.

    BMKG menjelaskan ledakan Matahari itu terjadi karena adanya aktivitas internal di pusat Tata Surya tersebut. Tingkat aktivitas mengalami pasang surut selama siklus 11 tahunan dan puncaknya pada tahun ini.

    Sejauh ini, belum ada yang mengetahui penyebab fenomena tersebut. Namun BMKG menuliskan kemungkinan karena melibatkan gaya magnetik atau reaksi nuklir dalam Matahari.

    Dampak ledakan itu bergantung pada besarannya. Di Bumi sendiri yang terjadi adalah badai magnet Bumi atau geomagnetic Storm.

    “Hal ini terjadi karena ledakan di permukaan Matahari [korona] tersebut melontarkan plasma besar yang berisikan partikel bermuatan [angin Matahari] beserta medan magnet berkecepatan tinggi yang menjalar hingga ke magnetosfer Bumi,” jelas BMKG.

    “Peristiwa lontaran massa korona itu sering disebut sebagai Coronal Mass Ejection (CME). Ketika CME menghantam medan magnet di sekitar Bumi [magnetosfer], lontaran partikel bermuatan tersebut dibelokkan oleh lapisan magnetosfer Bumi ke arah garis kutub utara dan kutub selatan,” imbuhnya.

    Dalam kesimpulannya, BMKG menjelaskan dampak ledakan Matahari terkait badai magnet Bumi relatif aman untuk Indonesia. Letak negara ini berada dalam lintang rendah, tempat titik terkuat perisai Bumi.

    “Dampak dari ledakan matahari berupa badai magnet bumi ini relatif aman untuk wilayah Indonesia yang berada pada lintang rendah, karena perisai bumi dari pengaruh radiasi partikel angin matahari (magnetosfer bumi), titik terkuatnya berada pada lintang rendah,” ungkap BMKG.




    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.