Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Gerakan Boikot Produk Efektif, Israel Rugi Segini
    Inspiring You

    Gerakan Boikot Produk Efektif, Israel Rugi Segini

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman3 November 2023Updated:3 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gerakan boikot terhadap produk Israel terus menggema di tengah serangan bertubi yang dilancarkan Negeri Yahudi tersebut kepada tetangganya, Palestina. Gerakan boikot juga meluas, tak hanya kepada produk asli Israel, tetapi juga perusahaan yang dilaporkan menyokong tentara negara tersebut.

    Banyak perusahaan yang menjadi sasaran boikot mulai ketar ketir, sebab kampanye itu sudah berdampak buruk terhadap saham mereka. Saham Starbucks turun menjadi US$91,4 per saham pada 12 Oktober, yang merupakan harga terendah sejak boikot dimulai. Kemudian saham McDonald’s telah jatuh ke level terendah sejak 27 Oktober 2022.

    Sejak gerakan boikot meluas baru-baru ini, memang belum ada laporan nilai kerugian yang diderita Israel, namun laporan Al Jazeera pada 2018 lalu mengungkap gerakan boikot berpotensi menghasilkan kerugian hingga US$11,5 miliar atau sekitar Rp183,37 triliun (asumsi kurs Rp15.945/US$) per tahun bagi Israel.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Israel bukannya tak khawatir, dalam beberapa waktu terakhir misi prioritas diplomatik Israel adalah penanggulangan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).

    Bahkan, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah bertindak untuk melarang kelompok-kelompok yang mendukung gerakan boikot. Sebab, ribuan orang di Israel disebut berpotensi kehilangan pekerjaan jika negara mereka diboikot secara penuh oleh internasional.

    Dampak boikot terhadap perekonomian Israel

    Melansir dari The Jerusalem Post, Israel menampik gerakan boikot merugikan mereka. Justru, menurut mereka, hal itu hanya akan “menambah penderitaan rakyat Palestina, bukan menguranginya.”

    Organisasi non-profit berbasis di Washington, Amerika Serikat (AS), Brookings Institution, menyatakan bahwa gerakan BDS tidak akan secara drastis mempengaruhi perekonomian Israel. Sebab, sekitar 40 persen ekspor Israel adalah barang “intermediet” atau produk tersembunyi yang digunakan dalam proses produksi barang di tempat lain, seperti semikonduktor.

    Selain itu, sekitar 50 persen dari ekspor Israel adalah barang “diferensiasi” atau barang yang tidak dapat digantikan, seperti chip komputer khusus.

    Namun, data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa ekspor barang-barang “intermediet” mengalami penurunan tajam dari 2014 hingga 2016 sehingga menimbulkan kerugian sekitar US$6 miliar atau sekitar Rp95,67 triliun.



    Artikel Selanjutnya


    Ini Cabang McDonald’s yang Ketar-Ketir dengan Seruan Boikot

    (hsy/hsy)


    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.