Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gejala Omicron atau Flu Biasa? Ini Cara Mudah Membedakannya
    Insight News

    Gejala Omicron atau Flu Biasa? Ini Cara Mudah Membedakannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Februari 2022Updated:13 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gejala para penderita varian omicron kerap dikatakan mirip dengan flu. Namun ada yang membedakannya dengan gejala flu biasa.

    Dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu, Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menyebut gejala omicron hampir mirip dengan flu biasa. Ini berdasarkan laporan dari sejumlah negara, termasuk juga yang terjadi di Indonesia.

    “Gejala yang khas pada omicron adalah hidung tersumbat atau rinore, batuk, nyeri tenggorokan, terutama tenggorokan gatal. Memang sedikit mirip dengan [gejala] flu,” ungkapnya.

    Namun, dia mengatakan flu biasanya tidak diikuti dengan tenggorokan yang nyeri atau gatal. Sebab biasanya hanya pilek dan terkadang diikuti dengan batuk.

    “Namun jarang flu itu nyeri tenggorokan dan jarang tenggorokan gatal, flu biasanya adalah pilek dan kadang-kadang disertai batuk,” jelas Erlina.

    Dia menambahkan sebagian besar gejala klinis yang timbul akibat varian omicron bersifat ringan, bahkan ada yang tidak menimbulkan gejala.

    Mengutip studi HKUMed Hong Kong, varian omicron punya laju infeksi dan replikasi pada bronkus (saluran pernapasan) 70 kali lebih tinggi dari Delta dan varian awal. Sebaliknya pada Paru, laju infeksi dan replikasi omicron ternyata 10 kali lebih rendah dari varian awal.

    “Hal ini mungkin berkaitan dengan varian omicron yang lebih cepat, namun dalam keparahan penyakit yang lebih rendah. Meski demikian keparahan tidak hanya ditentukan oleh replikasi virus tetapi juga faktor lainnya seperti badai sitokon dan ommune escape,” kata Erlina.

    Meski begitu, dia tetap memberi catatan untuk sejumlah kelompok masyarakat. Bagi lansia, orang yang belum pernah divaksin, mereka dengan komorbid dan anak-anak terutama belum divaksin akan mengalami gejala omicron yang lebih berat.

    Erlina juga mendorong masyarakat untuk divaksinasi. Sebab ini membuat masyarakat yang terinfeksi tidak menimbulkan gejala atau ringan.

    “Kita mendengarkan laporan kematian dari Inggris, AS, Jerman, Belanda terus ada setiap harinya karena Omicron ini sebagian kecil menimbulkan keparahan penyakit. Jadi dikatakan antara 0,03% hingga 1%,” ujar Erlina.

    “Kita perlu membenarkan narasi yang ada di masyarakat. Gejala omicron di Indonesia ringan bahkan tidak bergejala karen sudah divaksin, jadi vaksinasi itu penting”.

    Centers for Disease Control and Prevention atau CDC di Amerika Serikat (AS) merilis laporan pada Desember 2021 soal gejala yang ditimbulkan dari varian omicron. Berikut daftarnya:

    1. Batuk 89%
    2. fatique 65%
    3. Hidung tersumbat atau rirone 59%
    4. Demam 38%
    5. Mual atau muntah 22%
    6. Sesak nafas 16%
    7. Diare 11%
    8. Anosmia atau ageusia 8%.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.