Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Geger 5 Miliar HP Dibuang, Ini Akibatnya
    Insight News

    Geger 5 Miliar HP Dibuang, Ini Akibatnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Maret 2023Updated:7 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ada 5,3 miliar ponsel yang dibuang sepanjang 2022. Hal tersebut diketahui dari laporan Forum Internasional Waste Electrical and Electronic Equipment (WEEE).

    Miliaran ponsel itu merupakan jumlah limbah elektronik yang diperkirakan berdasarkan data pedagang global.

    Menurut penelitian yang sama, banyak orang yang menyimpan ponsel lamanya dibandingkan dengan mendaur ulang. Sementara itu, mineral berharga yang tidak diekstraksi dari limbah elektronik, seperti tembaga dalam kawat atau kobalt untuk baterai isi ulang harus ditambang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Orang-orang cenderung tidak menyadari bahwa semua barang tampaknya tidak penting ini punya banyak nilai dan sama-sama di tingkat global mewakili volume sangat besar,” kata Direktur Jenderal WEEE, Pascal Leroy dikutip dari BBC, Selasa (7/3/2022).

    Di seluruh dunia diperkirakan ada 16 miliar ponsel, di Eropa sepertiganya tidak lagi digunakan. Sementara itu pada 2030, gunungan limbah barang elektronik seperti mesin cuci, pemanggang roti hingga komputer tablet serta GPS akan melonjak sebesar 74 juta ton per tahun.

    Sementara itu, Magdalena Charytanowicz dari WEEE mengungkapkan perangkat tersebut memiliki banyak sumber daya penting yang bisa digunakan lagi untuk perangkat baru atau peralatan lain. Perilaku ini penting dalam rangka menuju transisi ke rendah karbon.

    “Perangkat ini menawarkan banyak sumber daya penting yang bisa digunakan dalam produksi perangkat elektronik baru atau peralatan lain, seperti turbin angin, baterai mobil listrik, atau panel surya, semuanya penting untuk hijau, transisi digital ke masyarakat rendah karbon,” jelasnya.

    Saat ini, 17% limbah elektronik dunia telah didaur ulang dengan benar. Tahun depan, International Telecommunication Union (ITU) PBB menargetkan untuk meningkatkannya menjadi 30%.

    Leroy juga memberikan banyak contoh cara masyarakat untuk melakukan daur ulang limbah elektronik itu sendiri.

    “Menyediakan kotak pengumpul di supermarket, mengambil peralatan kecil yang rusak saat pengiriman baru dan menawarkan kotak di kantor pos untuk mengembalikan limbah elektronik kecil hanyalah beberapa inisiatif yang diperkenalkan untuk mendorong pengembalian barang-barang tersebut,” kata Leroy.



    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.