Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Game Roblox yang Bikin Ayah & Bunda Sedunia Gelisah
    Insight News

    Game Roblox yang Bikin Ayah & Bunda Sedunia Gelisah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2022Updated:16 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Roblox, digambarkan sebagai metaverse primitif oleh beberapa pihak. Bagaimana tidak, salah satu permainan anak-anak populer itu tak jarang dipenuhi dengan unsur pornografi.

    Meski angka penggunannya tak pasti, tapi pada awal 2020 lalu Roblox mengatakan kepada Bloomberg bahwa dua pertiga dari semua anak di Amerika Serikat antara usia sembilan dan 12 tahun, menggunakan permainan tersebut.

    Roblox memungkinkan pengguna untuk membuat dan bermain game bersama. Ini adalah cara untuk terhubung, secara real time dengan orang lain di dunia digital.

    Pemain dapat membuat game dengan menggunakan alat pengembang yang disediakan oleh platform. Tidak seperti game tradisional lainnya, konten dibuat oleh penggunanya. Cara tersebut menjadi model bisnis yang sangat sukses, tapi juga disertai dengan masalah.

    Permainan seks Roblox biasanya disebut berada di platform “kondominium”. Platform tersebut adalah ruang yang dibuat oleh pengguna, di mana orang dapat berbicara tentang seks. Selain itu avatar yang digunakan dapat melakukan seks virtual.

    Permainan kondominium biasanya hanya ditayangkan dalam waktu singkat, seringkali kurang dari satu jam sebelum akhirnya ditemukan dan di take down, demikian dikutip dari BBC, Selasa (15/2/2022)

    Roblox mengatakan terus berupaya membuat platform tersebut offline dengan menggunakan sistem manual dan otomatis.

    “Kami melakukan tinjauan keamanan setiap file gambar, video, dan audio yang diunggah ke Roblox, menggunakan kombinasi deteksi manusia dan mesin,” kata pihak Roblox.

    Dan hal yang paling mengkhawatirkan adalah anak-anak dan orang dewasa berpotensi bersosialisasi bersama di ruang ini.

    Bagian dari game mencakup pesan instan di mana pengguna dapat berbicara satu sama lain dengan semua orang yang bermain di dalamnya.

    Roblox mengatakan kepada BBC bahwa mereka telah mengembangkan alat ‘Kontrol Orang Tua’, yang dapat digunakan untuk membatasi dengan siapa anak-anak berinteraksi dan pengalaman mana yang dapat mereka akses.

    Roblox ingin menekankan bahwa kondominium seringkali sulit ditemukan di platform. Tetapi BBC juga menemukan kerap ada bahasa seksual yang tidak pantas dalam permainan yang resmi sekalipun.

    Menurut Liraz Margalit, seorang psikolog digital yang mempelajari perilaku online, orang berperilaku berbeda di metaverse, sama seperti yang mereka lakukan secara online.

    “Anda memiliki anonimitas dan Anda memiliki efek disinhibisi. Platform ini memberi Anda taman bermain untuk melakukan apa pun yang Anda inginkan,” tuturnya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.