Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gaji Elon Musk dari Tesla Terancam Turun, Ini Penyebabnya
    Insight News

    Gaji Elon Musk dari Tesla Terancam Turun, Ini Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Februari 2024Updated:1 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Paket gaji Elon Musk di Tesla senilai US$ 55,8 miliar atau setara Rp 880 triliun digugat oleh hakim di Delaware, sebuah negara bagian di Amerika Serikat (AS).

    Hakim Delaware menuntut pembayaran Tesla ke Musk diturunkan setelah mendeteksi sang CEO memiliki hubungan erat dengan dewan direksi yang menyetujui besaran gaji tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Keputusan hakim membuat Musk murka dan mengumbar rencananya memindahkan perseroan Tesla yang terdaftar di Delaware ke markasnya di Texas.

    “Jangan pernah mendirikan perseroan di Delaware,” kata Musk melalui akun X personalnya.

    “Haruskah Tesla mengganti negara perseroannya ke Texas yang merupakan negara kantor pusatnya berdiri?”, ia mempertanyakan ke para pengikut di X.

    Sekitar 87% responden polling Musk di X menyetujui rencana tersebut. Agaknya banyak yang berempati dengan kemarahan Musk karena gajinya hendak diturunkan.

    Dikutip dari Gizmodo, Kamis (1/2/2024), aksi sang miliarder yang memperjuangkan hak kompensasinya mendapat respons positif dari netizen.

    Studi menunjukkan 89% warga AS menilai gaji mereka tak cukup atau tak sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Sementara itu, 60% warga AS mengaku gajinya hanya cukup untuk menyambung hidup setiap bulan. Tak ada duit yang tersisa untuk menabung.

    Tentu saja Musk yang kerap bertengger di nomor 1 atau 2 orang terkaya di dunia tak harus merasakan hal tersebut. Namun, tetap saja penurunan kompensasi atau gaji bukan hal yang menyenangkan.

    Paket gaji Musk digugat ke pengadilan usai investor Tesla meminta merevisi ulang syarat dan ketentuan pembayaran ke sang CEO pada 2022. Musk diketahui tak menerima gaji dari Tesla.

    Namun, ia memegang jumlah saham yang signifikan di perusahaan tersebut. Musk lalu menuntut agar ia mengendalikan 25% saham di perusahaan.

    Jika tidak, ia merasa tak nyaman melakukan transformasi di Tesla untuk memimpin pengembangan AI dan robotik.

    Sebagai informasi, sebanyak 60% perusahaan yang masuk Top 500 Fortune mendaftarkan perseroannya di Delaware, termasuk Tesla. Sebab, negara bagian tersebut memberikan kebijakan pajak dan legal yang menguntungkan.

    Mayoritas perusahaan bisa menghindari pajak pendapatan negara dengan mendaftarkan perseroannya di Delaware. Selain itu, negara tersebut juga cenderung mengakomodir proses legal yang efisien ketika ada sengketa.

    Texas yang merupakan negara markas Tesla tak terlalu populer untuk mendirikan perseroan.




    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.