Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ga Dipenjara, Pendiri Startup Bodong Tinggal di Rumah Mewah
    Insight News

    Ga Dipenjara, Pendiri Startup Bodong Tinggal di Rumah Mewah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Januari 2023Updated:24 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elizabeth Holmes, pendiri Theranos, tak masuk penjara setelah dijatuhi hukuman November lalu. Dia diketahui masih tinggal di rumah mewah sambil mengajukan banding atas keputusan pengadilan.

    Theranos merupakan startup tes darah asal Amerika Serikat (AS). Wall Street Journal mengungkapkan laporan mesin tes darah perusahaan tidak bisa berfungsi seperti yang diklaim Holmes.

    Berikutnya valuasi Theranos sebesar US$9 miliar amblas. Sementara Holmes diseret ke meja hijau setelah dituding melakukan penipuan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    November lalu dia dihukum lebih dari 11 tahun penjara. Namun sejak saat itu, Holmes masih tinggal di perkebunan yang sewanya senilai US$13 ribu per bulan.

    Menurut jaksa, wanita 38 tahun itu tidak menunjukkan adanya penyesalan. Holmes juga diminta seorang hakim federal untuk mulai menjalani hukumannya pada 27 April mendatang.

    “Tidak ada dua sistem peradilan, satu untuk orang kaya dan satu untuk orang miskin. Hanya ada satu sistem peradilan di negara ini,” kata pengacara pemerintah dalam pengajuan, dikutip dari New York Post, Selasa (24/1/2023).

    Berdasarkan sejumlah laporan tahun 2021, Holmes tinggal di Silicon Valley senilai US$135 juta selama persidangan. Perkebunan seluas 74 acre itu terletak di Woodside California yang berjarak satu jam dari gedung pengadilan San Jose.

    Sementara itu, pengacara Holmes mengatakan kliennya harus dibiarkan bebas dengan jaminan selama bandingnya. Alasannya karena akan menimbulkan masalah substansial mengenai kasus yang bisa mengarah ke persidangan baru.

    Sebelumnya pada Januari 2022, Holmes dinyatakan bersalah pada kasus penipuan. Ini terdiri dari tiga dakwaan penipuan transaksi elektronik dan satu dakwaan konspirasi.

    [Dexpert.co.id]


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.