Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ga Cuma TV Nasional, Stasiun Lokal Ramai-Ramai Pindah Digital
    Insight News

    Ga Cuma TV Nasional, Stasiun Lokal Ramai-Ramai Pindah Digital

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 September 2022Updated:23 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Program Analog Switch Off (ASO) juga ditopang oleh kolaborasi antar-penyelenggara siaran televisi. Kerja sama ini membuat banyak TV lokal yang akhirnya pindah ke digital.

    “Hampir 82 persen 693 siaran tv sudah kolaborasi dengan teman-teman ini. TVRI memberikan diskon 70 persen untuk TV komunitas, diskon 30-50 persen untuk TV lokal mereka banyak yang pindah ke digital,” ungkap Direktur Penyiaran Direktorat Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika (Ditjen PPI) Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia, di Kantor Kementerian Kominfo, Jumat (23/9/2022).

    “Kami berharap agar mux meminta TV lokal diberikan spesial diskon agar eksis.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut Gerry, diskon yang diberikan itu sangat membantu untuk TV lokal dan komunitas. Adapun, untuk sisa TV yang belum tercakup masih mencari penyelenggara multipleksing yang tepat.

    Permasalahan sewa Mux muncul setelah Mahkamah Agung (MA) memutuskan membatalkan Pasal 81 ayat (1) PP No.46 Tahun 2022. Isi aturan tersebut adalah “LPP, LPS, dan/atau LPK menyediakan layanan program siaran dengan menyewa slot multipleksing kepada penyelenggara multipleksing”.

    Gery menjelaskan pihaknya mengormati pihak yang melakukan judical review. Namun hingga saat ini, dia mengaku belum mendapatkan putusan MA yang resmi.

    “Sampaisaat ini belum mendaptkan keputusan MA resmi, menunggu sampai keluar untuk implementasi di pemerintah,” kata Gery.

    Terkait penyewaan itu, Gery mengatakan dasarnya adalah formula tarif seperti membangun pemancar dan ongkos pemancar. Formula tersebut ditetapkan oleh ITU dan digunakan semua negara.

    Namun untuk masa transisi ini, dia mengatakan profit marginnya adalah 15%. Di Asean rata-ratanya adalah 12%-15% dan Eropa sebanyak 7%.

    “Itu batas atas. Mengenai fleksibilitas, terserah penyelenggara Mux,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    TV Analog Dimatikan, Apa Bedanya dengan TV Digital?

    (dem)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.