Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Flu Tomat Ternyata ‘Penyakit Lama’, Ilmuwan Ungkap Faktanya
    Insight News

    Flu Tomat Ternyata ‘Penyakit Lama’, Ilmuwan Ungkap Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Agustus 2022Updated:4 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Belum usai pandemi Covid-19, kini dunia kembali digegerkan dengan penyakit yang diberi nama flu tomat. Penyakit ini diidentifikasi di Kerala, India dengan kasus pertama dilaporkan pada 6 Mei 2022 lalu.

    Saat ini sudah ada lebih dari 80 kasus, dengan flu tomat telah menyebar ke bagian lain dari India. Mereka yang terinfeksi adalah anak-anak di bawah 5 tahun dengan gejala salah satunya adalah kulit yang melepuh dan tumbuh seukuran tomat.

    Ahli Mikrobiologi dan Biomedis di University of Brighton Sarah Pitt, mengungkapkan fakta sains soal penyakit yang populer disebut dengan flu tomat. Ternyata, penyakit ini bukan “virus baru” seperti yang banyak diberitakan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Berikut beberapa fakta yang diungkap Pitt terkait flu tomat sejauh ini, dirangkum dari The Conversation, Rabu (31/8/2022):

    1. Belum Ada Kasus Kematian

    Hingga saat ini belum ada laporan adanya penyakit serius maupun kematian dari flu tomat. Dilaporkan semua orang nampak telah mulai pulih dari penyakit itu.

    2. Gejala

    Anak-anak yang terinfeksi penyakit ini mengalami gejala seperti suhu tinggi, nyeri sendi yang hebat dan ruam. Mereka juga mengalami seperti erupsi merah, lepuh yang menyakitkan berukuran tomat.

    3. Penyebab

    Para ilmuwan telah melakukan pengujian sampel pada anak-anak dengan flu tomat untuk mengidentifikasi penyebab penyakit. Dua anak dari Inggris mengalami gejala tersebut setelah kembali dari Kerala.

    Mereka lalu melakukan swab dan hasilnya mengungkapkan terinfeksi enterovirus bernama coxsackie A16. Ini adalah penyebab penyakit tangan, kaki dan mulut atau HFMD.

    Disimpulkan jika flu tomat tidak berhubungan dengan penyakit mulut dan kuku pada ternak. Biasanya penyakit ringan dan hilang dengan sendirinya dalam waktu seminggu atau lebih, meski penghilang rasa sakit bisa membantu.

    4. Cara Menular

    Flu tomat, sama seperti infeksi anak-anak, sangat menular. Penyakit tersebut dapat menyebar lewat kotoran dan cairan, jadi disarankan anak-anak tersebut tidak perlu ke sekolah atau dirawat selama lima hari setelah gejala terlihat.


    Artikel Selanjutnya


    Muncul Penyakit Flu Tomat, Efeknya Lebih Buruk dari Covid-19?

    (dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.