Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fitur Baru WhatsApp Channel, Tambah Alasan Tak Buka Twitter
    Insight News

    Fitur Baru WhatsApp Channel, Tambah Alasan Tak Buka Twitter

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Juni 2023Updated:11 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Meta berencana untuk meluncurkan fitur siaran baru yang dijuluki Channels untuk layanan WhatsApp.

    Raksasa jejaring sosial itu mengatakan bahwa fitur Saluran atau Channel mirip dengan layanan siaran pribadi. Individu atau organisasi dapat mengirim pesan dan update informasi ke pengikut yang terpisah dari jenis chat antar-pengguna di WhatsApp.

    Mekanisme ini serupa dengan Twitter yang memungkinkan pengguna mendapat update informasi dari orang atau organisasi tertentu. Bedanya, orang yang mengikuti Channel di WhatsApp tak bisa menanggapi pesan seperti mekanisme ‘Reply’, ‘Like’, atau ‘RT’ di Twitter. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Bisa dibilang fitur ini cocok bagi pengguna Twitter yang selama ini berperan sebagai ‘silent reader’. Menurut pemilik Twitter Elon Musk, mayoritas pengguna Twitter memang cuma melihat informasi tanpa merespons balik.

    Di WhatsApp Channel, admin yang membuat akun bisa mengirim teks, foto, video, stiker, dan jajak pendapat kepada pengikutnya.

    Admin Channel tidak akan diizinkan untuk menambahkan pengikut ke saluran mereka. Pengikut harus secara inisiatif mengikuti saluran mereka.

    Adapun pesan yang tersiar di Channel akan tersimpan selama 30 hari sebelum dihapus otomatis oleh sistem.

    Tidak seperti pesan WhatsApp reguler lainnya, Channel tidak akan menggunakan enkripsi end-to-end sehingga mereka dapat “menjangkau khalayak luas”, kata WhatsApp dalam sebuah posting blog.

    Mengutip CNBC Internasional, WhatsApp menambahkan bahwa Channel akan terenkripsi end-to-end di masa depan untuk grup seperti organisasi nirlaba atau kesehatan yang menginginkan komunikasi mereka lebih aman.

    Pengguna WhatsApp dapat menemukan Channel yang ingin mereka ikuti. Mereka dapat mengakses Channel yang mereka ikuti melalui tab “Pembaruan”. WhatsApp mengatakan tab itu akan terpisah dari obrolan reguler.

    WhatsApp mengatakan sedang bekerja dengan berbagai lembaga seperti Singapore Heart Foundation dan Colombia Check. Rencananya, fitur Channel akan diluncurkan lebih dulu di Kolombia dan Singapura sebelum dibawa ke pengguna lebih luas pada akhir tahun ini.

    Meta, saat masih bernama Facebook, mengakuisisi WhatsApp pada tahun 2014 seharga US$19 miliar.

    CEO Meta Mark Zuckerberg baru-baru ini memberi tahu Jim Cramer dari CNBC International bahwa WhatsApp akan masuk ke babak selanjutnya.

    Perusahaan akan membangun bisnis yang lebih menguntungkan dari layanan Instagram dan aplikasi inti Facebook. Sementara itu, WhatsApp akan dirancang untuk jadri platform multi-fungsi bagi penggunanya.


    Artikel Selanjutnya


    Tren di Twitter, Topik “Mega” Tak Bisa Diakses

    (fab/fab)


    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.