Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fenomena Penampakan Ular Besar Seolah Merayap di Matahari
    Insight News

    Fenomena Penampakan Ular Besar Seolah Merayap di Matahari

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Juli 2023Updated:25 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah ular besar terlihat seolah merayap di Matahari. Ini merupakan fenomena unik di permukaan Matahari yang tertangkap oleh alat Solar Orbiter Badan Antariksa Eropa.

    Dari alat tersebut, terlihat tabung gas atmosfer dingin ditembakkan oleh medan magnet sehingga menyerupai ular melilit pusat tata surya.

    Fenomena itu dipotret melalui citra ultraviolet ekstrem, yang memperlihatkan proses energi intens yang terjadi di atmosfer Matahari. Gambar diambil selama tiga jam dan diperkirakan ‘ular’ bergerak dengan kecepatan 170 kilometer per detik.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Seluruh gas di atmosfer Matahari merupakan plasma. Karena suhunya mencapai lebih dari satu juta derajat Celcius, elektron pun terlepas dari atom.

    Namun beberapa bagian lebih panas dari yang lain. Sementara bagian yang lebih dingin membentuk ular. Plasma dingin tersebut terlihat seperti bergerak melintas permukaan.

    “Anda mendapatkan plasma mengalir satu sisi ke sisi lain, namun medan magnetnya benar-benar acak. Jadi Anda mendapatkan perubahan arah ini karena kami melihat ke bawah pada struktur yang bengkok,” jelas pemimpin penelitian, David Long dikutip IFL Science, Selasa (25/7/2023).

    Kemudian titik asal ‘ular’ dan filamen meletus atau dikenal sebagai coronal mass ejections dan saat terjadi plasma dalam jumlah besar terhempas ke antariksa. Jika menghantam Bumi, bisa menyebabkan badai geomagnetik.

    Lokasi ular, filamen, dan coronal mass ejection menjadi satu dan terlalu kebetulan. Saat ini tim peneliti sedang menyelidiki cara ketiganya terkait.

    Energetic Particle Detector dari Solar Orbiter sedang aktif saat lontaran terjadi. Ini mencatat peristiwa partikel energik Matahari paling intens yang pernah tercatat.

    Saat letusan terjadi, Parker Solar Probe NASA juga ikut tersapu. Hal tersebut memberikan pandangan dari peristiwa tersebut saat mengorbit lebih dekat ke Matahari, artinya dapat mengukur letusan.



    Artikel Selanjutnya


    Astronom Prediksi Kiamat, Matahari Makin Panas Bumi Meleleh

    (fab/fab)


    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.