Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fenomena Langka Cold Moon di Akhir 2024, Ini Penjelasannya
    Insight News

    Fenomena Langka Cold Moon di Akhir 2024, Ini Penjelasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Desember 2024Updated:17 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Menjelang akhir tahun, langit malam dihiasi bulan yang disebut Cold Moon. Nama ini terkait kemunculan bulan purnama itu di musim dingin di beberapa wilayah.

    Dalam unggahan di situs resminya, NASA menjelaskan Maine Farmers Almanac memberikan nama untuk kemunculan bulan purnama pada 1930-an. Pada akhirnya nama-nama tersebut dikenal dan digunakan lebih luas, termasuk nama Cold Moon.

    Cold Moon atau Bulan Beku mengacu pada embun beku saat musim dingin mendekat. Almanac menjelaskan bulan purnama ini terjadi pada malam yang panjang dan dingin.

    NASA menjelaskan orbit Bulan hampir sama dengan orbit Bumi saat mengelilingi Matahari. Saat lintasan Matahari lebih rendah, maka Bulan Purnama yang berada di posisi berlawanan akan berada pada titik tertingginya.

    Khusus tahun ini, bulan purnama Cold Moon sudah terjadi pada 15 Desember 2024 lalu. Di wilayah Alaska terjadinya selama akhir pekan lalu.

    Cold Moon juga punya sebutan lain di beberapa wilayah. Misalnya di Eropa, disebut sebagai Yule yang merupakan festival titik balik Matahari musim dingin dalam tiga hari pada Eropa pra Kristen.

    Selain itu juga disebut sebagai Oak Moon. Ini merupakan tradisi druid kuno untuk memanen mistletoe dari pohon oak.

    Forbes melaporkan kemunculan Cold Moon bersamaan dengan bintang Capella di Auriga dan Betelgeuse di Orion. Selain itu juga diapit oleh Jupiter.

    Cold Moon terbit dan terbenam di bagian utara. Membuat banyak pengamat cukup terkejut dengan fenomena tersebut karena jarang terjadi.

    Kejadian yang sama baru akan bisa dilihat lagi pada Desember 2043 mendatang.

    Bulan purnama ini juga tercatat sebagai yang terbit paling tinggi pada 2024. Posisi tersebut membuat Bulan terlihat lebih lama dibandingkan Bulan Purnama lain.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Salip iPhone 16, Samsung Galaxy S25 Rebut “Tiket Masuk” RI

    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.