Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fenomena Jumlah Pinjol Resmi OJK Terus Menyusut, Ada Apa Nih?
    Insight News

    Fenomena Jumlah Pinjol Resmi OJK Terus Menyusut, Ada Apa Nih?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 November 2021Updated:28 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Jumlah pinjaman online (pinjol) resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbaru sebanyak 104 fintech lending. Namun ternyata jumlah itu menurun dari sekitar dua tahun lalu.

    Awal 2020 menandai moratorium serta pendaftaran layanan baru dihentikan. Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK, Bambang Budiawan mengatakan ada tantangan industri dibalik fenomena ini.

    “Terjadi tantangan industri dan regulator mengambil kebijakan melakukan moratorium. Stop perizinan,” ungkapnya dalam Media Briefing beberapa waktu lalu.

    Fenomena tantangan industri terlihat saat 60 pinjol mengembalikan surat terdaftar pada OJK. Sebab manajemen perusahaan tidak mampu terus melakukan operasional perusahaan.

    OJK melakukan moratorium seraya membuat aturan baru, dengan begitu ada waktu dapat menghadirkan reputasi yang baik. Para pinjol akan beroperasi dengan model bisnis adaptif serta manajemen risiko yang terukur.

    Menurut Bambang, aturan terbaru diharapkan bisa selesai tidak lama lagi. “Jadi infrastrukturnya diperbaiki, pengawasan diperbaiki, regulasi diperbaiki,” ungkapnya.

    Sebagai informasi, layanan pinjol resmi pada 2017 lalu berjumlah 29 fintech lending. Satu tahun kemudian bertambah menjadi 88 layanan.

    Pada Oktober 2019 jumlah pinjol terdaftar dan berizin OJK melonjak hampir dua kali lipatnya yakni 164 penyelenggara. Sementara laporan terbaru pada Oktober lalu menyusut 104 penyelenggara.

    Sementara itu, Bambang juga menjelaskan pinjaman tahun 2021 hingga September mendapat Rp 107,03 triliun. Dia menyebutkan jumlah itu naik signifikan sebesar 126,75%.

    Untuk akumulai peminjamannya saat ini sebesar Rp 262,93 triliun dengan nilai outstanding Rp 27,48 triliun.

    “Outstanding per akhir September tinggal Rp 27,48 triliun, artinya perputaran sangat cepat. Karena memang ciri khas pinjol durasi waktunya pinjam meminjam sangat pendek,” kata Bambang.

    [Dexpert.co.id]

    (cha/cha)



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.