Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»FBI Warning Pengguna Gmail, Ada Email Bahaya Rampok Uang
    Insight News

    FBI Warning Pengguna Gmail, Ada Email Bahaya Rampok Uang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Juni 2023Updated:6 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – FBI memberi peringatan penting bagi miliaran pengguna Gmail dan Outlook. Pasalnya, banyak email berbahaya yang bertebaran di 2 platform tersebut. 

    Adapun email berbahaya yang dimaksud telah terinfeksi malware berjenis ransomware. Sebagai informasi, ransomware akan menyusup ke perangkat korban secara diam-diam. 

    Setelah menembus sistem keamanan perangkat, ransomware bisa mengakses file dan jaringan komputer. Selanjutnya, data itu akan dikunci agar tak bisa diakses oleh korban.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Penjahat dunia maya akan menyandera data sampai uang tebusan dibayarkan,” kata Departemen Pengaduan Kejahatan Internet (IC3) FBI, dikutip dari The Sun, Senin (5/6/2023).

    “Jika uang tebusan tidak dibayarkan, data korban tetap tidak tersedia,” tambah agensi tersebut.

    Serangan ransomware dapat menyebabkan gangguan yang mahal bagi korban. Bahkan, serangan itu bisa mengakibatkan hilangnya data penting.

    Paling sering, ransomware tanpa sadar diunduh melalui lampiran email, iklan online, atau tautan berbahaya lainnya.

    Kadang-kadang ia juga dapat diunduh secara diam-diam dengan mengunjungi situs web yang disematkan malware.

    “Begitu kode dimuat di komputer, itu akan mengunci akses ke komputer itu sendiri atau data dan file yang disimpan di sana,” jelas FBI di situs webnya.

    “Versi yang lebih mengancam dapat mengenkripsi file dan folder di drive lokal, drive terpasang, dan bahkan komputer jaringan.”

    Cara agar tetap aman

    Untuk membantu calon korban tetap aman, IC3 membagikan sejumlah kiat yang dapat membantu mengurangi risiko ransomware.

    “Cadangkan data Anda, gambar sistem, dan konfigurasi, uji cadangan Anda, dan simpan cadangan secara offline,” kata agensi tersebut.

    Penting juga untuk menggunakan autentikasi multifaktor di semua perangkat.

    Autentikasi multifaktor membantu melindungi akun dengan meminta tingkat verifikasi tambahan sebelum masuk, seperti konfirmasi teks.

    Langkah lain yang dapat diambil adalah dengan memperbarui dan menambal sistem segera setelah pembaruan dan tambalan keluar.



    Artikel Selanjutnya


    Gmail Luncurkan Centang Biru, Tukang Scam Kelabakan

    (fab/fab)


    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.