Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»FBI Gagal Total, Raja Hacker Kembali Beraksi Usai Ditangkap
    Insight News

    FBI Gagal Total, Raja Hacker Kembali Beraksi Usai Ditangkap

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Februari 2024Updated:28 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Lockbit, geng hacker yang dilumpuhkan oleh operasi polisi internasional mengatakan bahwa mereka telah memulihkan servernya dan kembali beroperasi.

    Lockbit dikenal sebagai kelompok kriminal bawah tanah atau underground di dunia maya karena menggunakan software berbahaya yang disebut ransomware untuk memeras korbannya secara online.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka menjadi target operasi penegakan hukum internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa anggota geng tersebut pun telah ditangkap.

    Polisi mengatakan pimpinan Lockbit bekerja sama dengan penegak hukum, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

    Dalam pernyataan resminya, kelompok tersebut mengatakan penegak hukum telah meretas situs darkweb Lockbit, tempat geng tersebut membocorkan data yang dicuri dari korbannya.

    “Semua server lain dengan blog cadangan yang tidak menginstal PHP tidak terpengaruh dan akan terus memberikan data yang dicuri dari perusahaan yang diserang,” kata pernyataan itu, yang diposting dalam bahasa Inggris dan Rusia pada versi baru situs darkweb Lockbit, dikutip dari Reuters, Selasa (27/2/2024).

    Juru bicara Badan Kejahatan Nasional Inggris (NCA), yang memimpin upaya internasional untuk menyita operasi Lockbit, menyatakan kelompok tersebut “masih sepenuhnya terkompromi”.

    “Kami menyadari Lockbit kemungkinan akan berusaha menyusun kembali dan membangun kembali sistem mereka. Namun, kami telah mengumpulkan sejumlah besar informasi intelijen tentang mereka dan orang-orang yang terkait dengan mereka, dan upaya kami untuk menargetkan dan memantau mereka terus berlanjut,” kata NCA.

    Situs darkweb Lockbit yang baru menunjukkan galeri nama perusahaan, masing-masing dilampirkan pada jam hitung mundur yang menandai batas waktu di mana perusahaan tersebut diharuskan membayar uang tebusan.

    “Mereka ingin menakut-nakuti saya karena mereka tidak dapat menemukan dan melenyapkan saya, saya tidak dapat dihentikan,” kata pernyataan tersebut, yang diungkap sebagai bagian dari bocoran FBI.

    Beberapa waktu yang lalu, AS mengumumkan telah mendakwa dua warga negara Rusia karena menyebarkan ransomware Lockbit terhadap perusahaan dan kelompok di seluruh dunia.

    Polisi di Polandia, Ukraina dan Perancis, masing-masing menangkap orang yang menggunakan software berbahaya dari Lockbit.

    Para ahli keamanan siber menganggap operasi ini dirancang untuk mendiskreditkan posisi Lockbit di antara afiliasinya, yaitu kelompok kriminal yang menggunakan alat Lockbit untuk melakukan serangan ransomware.



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.