Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Fakta Turbulensi Pesawat Singapore Airlines Diungkap Pakar Aviasi
    Insight News

    Fakta Turbulensi Pesawat Singapore Airlines Diungkap Pakar Aviasi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Mei 2024Updated:24 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Maskapai Singapore Airlines mengalami insiden maut akibat turbulensi hebat yang memaksa pendaratan darurat di Bangkok, Thailand, pada Selasa (21/5) sore kemarin.

    Pesawat Singapore Airlines SQ321 tersebut bertolak dari London ke Singapura. Namun, turbulensi terjadi selama lebih dari satu menit pada ketinggian 11.300 meter di atas Myanmar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengutip FlightRadar.24, pesawat disebut turun 6.000 kaki, dari 37.000 kaki ke 31.000 kaki dalam waktu lima menit. Akibat tak stabil, pesawat dialihkan ke Bangkok untuk pendaratan darurat.

    Peristiwa tersebut membuat satu orang berkewarganegaraan Inggris meninggal. Laporan lain dari media Thailand Khaosod juga menyebut ada satu korban tewas lainnya, tetapi belum ada konfirmasi lebih lanjut.

    Informasi terakhir dari laporan AFP menyebut 30 penumpang dirawat di rumah sakit karena mengalami luka parah. Sementara yang lainnya menerima perawatan jalan di bandara.

    Secara total, penerbangan tersebut membawa 211 penumpang dan 18 petugas penerbangan.

    Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar, apa sebenarnya yang menyebabkan pesawat mengalami turbulensi? Pakar aviasi Alvin Lie dalam wawancara di Channel News Asia mengatakan SQ321 kemungkinan menghadapi turbulensi udara jernih (CAT).

    Jenis turbulensi itu tidak bisa terlihat di radar cuaca pada sistem pesawat.

    “Biasanya, untuk turbulensi yang disebabkan oleh pergerakan awan, pilot akan diperingatkan melalui radar sehingga mereka dapat menghindarinya atau memberi tahu awak dan penumpang untuk mengenakan sabuk pengaman,” kata Alvin Lie, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (22/5/2024).

    Lebih lanjut, Lie mengatakan berdasarkan jumlah penumpang yang terluka, ia yakin SQ321 menghadapi CAT. Turbulensi seperti itu bisa menghantam dan membuat pesawat terombang-ambing.

    Pasalnya, CAT merupakan pusaran yang terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan hentakan di kala tak ada hambatan awan dan udara cerah.

    Lie mengatakan berdasarkan waktu insiden terjadi, turbulensi itu menghantam sekitar setelah jam makan siang.

    “Saya rasa banyak penumpang yang mengantre ke toilet pada saat turbulensi terjadi. Ini yang menyebabkan banyak orang terluka,” ia menuturkan.


    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.