Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Facebook Terancam ‘Rugi’ Rp 143 Triliun Gegara Apple, Kenapa?
    Insight News

    Facebook Terancam ‘Rugi’ Rp 143 Triliun Gegara Apple, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Februari 2022Updated:4 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Masalah perubahan kebijakan privasi iOS ternyata berbuntut panjang. Meta, induk usaha Facebook, mengatakan peraturan itu membuat pendapatan perusahaan terancam turun hingga US$10 miliar atau Rp 143 triliun.

    Hal ini diungkapkan oleh CFO Meta, Dave Wehner. “[Penurunan pendapatan] ada pada US$10 miliar, jadi merupakan headwind (kondisi saat pertumbuhan sulit) yang cukup signifikan untuk bisnis kami,” ungkapnya dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (3/2/2022).

    Wehner menyebut angka US$10 miliar adalah prediksi kehilangan pendapatan terburuk. Menurutnya perkiraan  itu dari dampak perubahan kebijakan privasi baru iOS kumulatif pada pendapatan.

    “Jika Anda menggabungkan perubahan yang digulirkan pada iOS, ini urutannya besar. Kami tidak bisa tepat dalam hal ini. Ini estimasi,” kata Wehner.

    Prediksi ini jadi hitungan berdasarkan data paling konkret sejauh ini soal dampak dari fitur App Tracking Transparency (ATT). Fitur itu mengurangi kemampuan iklan bertarget ke konsumen dengan membatasi pengiklan dapat mengakses serta mengidentifikasi pengguna iPhone.

    Apple memperkenalkan fitur ATT pada iOS 14.5 dan termasuk juga iOS 15 yang berjalan pada 72% iPhone modern.

    Fitur ATT akan memperlihatkan pop-up notifikasi pada pengguna dan bertanya apakah mereka ingin dilacak saat membuka aplikasi. Saat mengatakan tidak, maka aplikasi tak dapat mengakses IDFA yang merupakan ID perangkat untuk menargetkan dan mengukur efektivitas iklan online.

    Facebook diketahui bersuara paling keras menentang kehadiran ATT diantara perusahaan periklanan online. Bahkan pada Desember 2020, menjalankan kampanye pemasaran satu halaman penuh pada sebuah surat kabar utama.

    Iklan itu berisi soal fitur ATT dan mengatakan perubahan itu mengenai “keuntungan bukan privasi”. Keesokan harinya, CEO Apple Tim Cook mencontohkan cara kerja fitur dengan menggunakan aplikasi Facebook.

    Facebook selalu mengambil pendekatan ATT merugikan usaha kecil yang bergantung pada iklan digital. Termasuk yang diungkapkan Sheryl Sandberg, kepala operasi Facebook pada hari Rabu lalu.

    Sementara itu Alphabet juga melaporkan perkiraan dengan angka kuartal keempat dan mengutip kekuatan pada iklan e-Commerce, area Facebook yang melemah. Wehner juga menyarankan Apple tidak berdampak sama pada pencarian pada jenis aplikasi lain, merujuk pada banyaknya uang yang dihasilkan Google untuk Apple sebagai mesin pencari default pada browser Safari.

    “Mengingat Apple terus mengambil miliaran dolar per tahun dari Google Search, insentifnya jelas agar perbedaan kebijakan terus berlanjut,” kata Wehner.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.