Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Facebook Diam-diam Rekrut Penguntit, Karyawan Terancam
    Insight News

    Facebook Diam-diam Rekrut Penguntit, Karyawan Terancam

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Oktober 2024Updated:2 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang mantan karyawan Meta masuk ke dalam daftar hitam (blacklist) “Jangan Dipekerjakan” setelah ia menguntit dan melecehkan salah satu karyawan perusahaan. Namun ternyata karyawan yang kena blacklist itu dipekerjakan kembali oleh raksasa teknologi tersebut setelah perusahaan memangkas departemen talenta dan perekrutannya.

    Hal itu diketahui melalui gugatan hukum yang diajukan di Mahkamah Agung New York atas nama karyawan Meta James Napoli. Ia menuduh perusahaan melanggar hukum hak asasi manusia dan lalai karena mempekerjakan kembali orang tersebut.

    “Saya telah berbicara dengan atasan saya tentang hal ini di banyak kesempatan dan saya diberi tahu bahwa ia tidak akan dapat memasuki kantor kami, bahwa ia tidak akan dipekerjakan lagi, dan kemudian, tiba-tiba, orang ini menghubungi saya [di sistem pesan internal Meta],” kata Napoli, bos bagian pemasaran yang bekerja di kantor Meta di New York, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (2/10/2024).

    “Saya percaya bahwa atasan saya akan mampu menjaga saya tetap aman, bukan? Karena penguntit dan pengganggu juga merupakan ancaman di tempat kerja. Dan ini bukan hanya bahaya bagi saya, ini adalah individu berbahaya yang dibiarkan kembali ke tempat kerja,” imbuhnya.

    Gugatan hukum tersebut muncul setelah CEO Mark Zuckerberg mengumumkan pada Maret 2023 bahwa Meta akan mengurangi jumlah tim perekrutannya sebagai bagian dari strategi yang lebih besar untuk memangkas 21.000 orang. PHK massal ini menghapus posisi di bagian manajemen menengah, dan beroperasi lebih efisien.

    Setelah upaya pemangkasan biaya Meta dan PHK yang terjadi, pengacara Napoli mengatakan dalam gugatan tersebut bahwa perusahaan lebih mengandalkan perekrutan karyawan melalui kontraktor luar dan mempekerjakan lebih sedikit perekrut untuk menyaring pelamar. Ini berdampak negatif pada kemampuan mereka untuk benar-benar mendeteksi ‘tanda bahaya’, seperti masuknya orang dalam daftar blacklist.

    “Praktik ketenagakerjaan Meta tampaknya sangat kacau, sembrono, dan tidak efektif sehingga perusahaan gagal melacak titik data paling mendasar di tempat kerjanya, orang-orang berbahaya yang menimbulkan risiko serius bagi karyawan Meta sendiri,” bunyi gugatan tersebut.

    “Namun Meta memberitahu publik dan pejabat publik bahwa perusahaan memiliki kemampuan untuk melindungi data pribadi miliaran anak-anak dan orang dewasa di platform mereka,”

    Meta sebelumnya telah menangani tuduhan serupa bahwa mereka mempekerjakan pekerja yang terlibat dalam penguntitan dan aktivitas terkait.

    Misalnya, pada tahun 2018, perusahaan tersebut mengatakan telah memecat seorang teknisi keamanan yang diduga menggunakan data internal untuk menguntit wanita secara daring.

    Meta tidak segera menanggapi permintaan komentar atas gugatan yang diajukan pada Selasa (1/10/2024).

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Better care for more people, Bridging the gaps in healthcare


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.