Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Facebook Blokir Berita, Pengusaha Media Teriak
    Insight News

    Facebook Blokir Berita, Pengusaha Media Teriak

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Januari 2024Updated:24 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pada September 2023 lalu, Facebook mengumumkan akan menghapus tab artikel berita di platformnya untuk pengguna di Inggris, Prancis, dan Jerman.

    Kebijakan tersebut berlaku per Desember 2023. Menurut layanan ciptaan Mark Zuckerberg tersebut, fokus perusahaan ke depan adalah berinvestasi ke produk-produk dan layanan yang paling dibutuhkan pengguna.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Para perusahaan media sudah merasakan dampak dari pemblokiran berita di platform Facebook. Salah satunya diakui CEO Mother Jones, Monika Bauerlein.

    Ia telah menjabat CEO raksasa media tersebut selama 9 tahun. Ia bercerita di masa lampau pernah ada 5 juta pengguna mengunjungi situs Mother Jones dalam sebulan pada 2017 lalu.

    Membludaknya angka itu karena pengguna mengunjungi situs dari tab berita di Facebook. Kini Mother Jones kehilangan 99% trafik referral dari Facebook dibandingkan dengan angka puncaknya.

    Selama bertahun-tahun Facebook telah menghadapi banyak tekanan terkait fitur berita di aplikasinya. Facebook sering diprotes karena dinilai masih banyak menyebar berita sesat di platformnya.

    Selain itu, keputusan Facebook memblokir beberapa akun dan menghapus beberapa postingan juga mendulang kritikan dari beberapa orang.

    Politikus konservatif menuduh Facebook cenderung bias ke ideologi liberal. Sementara itu, banyak juga yang menuduh Facebook telah memengaruhi Pemilu 2016 hingga memenangkan Donald Trump.

    “Para eksekutif Facebook sepertinya berpikir lebih banyak risiko dibandingkan keuntungan dalam mengembangkan fitur berita,” kata Baurlein, dikutip dari CNBC International, Selasa (23/1/2024).

    Mother Jones merupakan perusahaan majalah nonprofit yang sudah beroperasi selama 48 tahun. Fokusnya pada berita investigasi dan politik.

    Facebook telah membantu mengumpulkan jutaan refferal ke Mother Jones di masa-masa kejayaannya. Lalu, pada November dan Desember, pengunjung Mother Jones dari refferal Facebook hanya 58.000 dan 67.000.

    Angka itu jauh lebih kecil ketimbang 172.000 dan 228.000 di tahun sebelumnya pada periode yang sama.

    Studi terhadap 1.930 situs berita dari 370 perusahaan media yang ditunjukkan Chartbeat memperlihatkan Facebook menyumbang 33% dari total trafik berita. Pada Desember 2023, angkanya turun 50% dari tahun sebelumnya.

    Untuk trafik eksternal yang datang dari media sosial dan mesin pencari seperti Google, Facebook merepresentasikan 6% dari volume refferal pada Desember 2023. Angka itu turun dari 14% di Desember 2018 dan 12% di Desember 2022.


    Artikel Selanjutnya


    Facebook Blokir Kanada Gegara Ikut Jokowi, Warga Tetap Setia

    (fab/fab)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.