Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ericsson Pangkas Operasi di China, Takut Pembalasan Huawei?
    Insight News

    Ericsson Pangkas Operasi di China, Takut Pembalasan Huawei?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Oktober 2021Updated:19 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Ericsson mengumumkan akan mengurangi operasi di China setelah mengalami penurunan penjualan yang cukup besar di salah satu pasar terbesar perusahaan. Perusahaan khawatir akan adanya balasan atas kebijakan Swedia memblokir penjualan peralatan 5G Huawei.

    Swedia melarang Huawei menjual perangkat 5G sejak tahun lalu dan sejak itu Ericsson kehilangan perannya dalam putaran tender telekomunikasi di China. Ericsson merupakan perusahaan teknologi asal Swedia.

    Chief Financial Officer Ericsson Carl Mellander mengatakan pendapatan Ericsson dari China turun menjadi 3% dari sebelumnya yang mencapai 10-11%. Perusahaan juga memprediksi bisnis di China akan mengalami kerugian secara tahunan pada tahun depan.

    Masalah lain yang dihadapi Ericsson adalah soal kendala rantai pasokan global yang sudah terlihat. “Di akhir kuartal III kami mengalami beberapa dampak pada penjualan dari gangguan dalam rantai pasokan, dan masalah seperti itu akan terus menimbulkan risiko,” ujar CEO Ericsson Borje Ekholm seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/10/2021).

    Carl Mellander menambahkan Ericsson tidak dapat mengirimkan hardware tertentu kepada pelanggan karena kekurangan chip ditambah dengan masalah logistik yang menyebabkan penurunan pendapatan.

    Pada kuartal III-2021, pendapatan operasional yang disesuaikan (adjusted) Ericsson naik menjadi 8,8 miliar crown Swedia dari sebelumnya 8,6 miliar tahun lalu mengalahkan prediksi analis sekitar 7,85 miliar crown. Total pendapatan turun 2% menjadi 56,3 miliar crown.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.