Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Epic Games Tiba-tiba Matikan Fortnite China, Ada Apa?
    Insight News

    Epic Games Tiba-tiba Matikan Fortnite China, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 November 2021Updated:2 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Fortnite versi China, Fortress Night akan ditutup pada 15 November mendatang. Namun pemilik game, Epic Games tidak menjelaskan penutupan tersebut.

    Pengumuman hanya mengatakan game akan beroperasi hingga 15 November. Dalam proses penutupan, pada 1 November Fortress Night telah menutup kesempatan pendaftaran baru, dikutip BBC, Selasa (2/11/2021).

    Fortress Night hadir sebagai versi Beta selama keberadaannya di China. Game itu sebenarnya akan dirilis pada 2018 dan bekerja sama dengan raksasa teknologi China Tencent.

    Epic Games tak berbicara banyak soal penutupan itu. BBC melaporkan perusahaan menolak berkomentar terkait penutupan tersebut.

    Namun dalam pengumumannya, Epic Games hanya menyatakan terima kasih pada para pemainya. “Terima kasih kepada seluruh pemain Fortnite China yang mengendarai Battle Bus bersama kami dengan berpartisipasi dalam uji Beta,” kata Epic Games.

    Banyak game dari barat butuh mengalami perubahan saat masuk ke pasar China. Dengan dua alasan yakni regulator dan budaya.

    Termasuk juga Fortress Night yang mengalami perubahan dari Fortnite. Misalnya pembatasan waktu bermain yang dihabiskan pemain, serta tidak ada transaksi mikro untuk membeli item tambahan dalam game dengan uang sungguhan.

    Telah sejak lama, pemerintah China khawatir soal game online. Termasuk mengenai waktu yang dihapuskan anak mudah untuk bermain game.

    Pada Agustus lalu, regulator video game di negara itu mengumumkan anak usia 18 tahun diperbolehkan bermain hanya satu hari di hari Jumat, akhir pekan dan hari libur.

    Analis media China, Kerry Allen mengatakan meski Fortnite sukses di banyak negara namun jarang bisa sukses saat masuk ke China. Terdapat banyak syarat dan ketentuan yang ditetapkan regulator China yang bisa menghentikan permainan jika dianggap terlalu mengandung kekerasan, pornografi, atau menggambarkan negara secara negatif.

    Sebenarnya banyak video game yang tidak masuk daftar hitam, ungkapnya. Namun pengecekan oleh regulator butuh waktu lama bagi perusahaan pembuat game untuk menunggu disahkan.

    “Namun pemeriksaan panjang dari regulator artinya game luar negeri menunggu dalam antrian selama beberapa tahun sebelum disahkan,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.