Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Warning Xi Jinping, China Bisa Tumbang
    Insight News

    Elon Musk Warning Xi Jinping, China Bisa Tumbang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Juli 2023Updated:23 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi kecerdasan buatan (AI) memicu kontroversi di tengah masyarakat, sejak popularitasnya melambung berkat kehadiran ChatGPT buatan OpenAI.

    Elon Musk menjadi salah satu pengusaha yang kerap menyuarakan kekhawatirannya soal dampak buruk AI bagi masa depan manusia. Baru-baru ini, ia kembali mengeluarkan pernyataan soal teknologi tersebut.

    Musk sesumbar telah memberi peringatan kepada pemerintah China bahwa ‘digital superintelligence’ berbasis AI bisa merampas kekuasaan Partai Komunis dan mengambil alih negara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai informasi, digital superintelligence merupakan inovasi lebih lanjut dari teknologi AI. Digital superintelligence merupakan replika digital otak manusia, yang memungkinkan robot bisa memiliki kemampuan nalar dan pembelajaran layaknya manusia.

    “Saya menghabiskan waktu yang lama bersama jejeran pimpinan China,” kata Musk, merujuk pada kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu pada Mei lalu, dikutip dari Insider, Minggu (23/7/2023).

    “Menurut saya semua pihak sepakat. Tak ada yang ingin pemerintahannya dikuasai oleh digital superintelligence,” ia menambahkan.

    Hal tersebut ia ungkap dalam sesi di Twitter Spaces, saat Musk mengumumkan perusahaan berbasis AI buatannya yang dinamai xAI. Ia mengatakan perusahaan tersebut akan membawa masa depan AI yang lebih cerah.

    “[xAI] memahami karakter asli semesta manusia,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Musk menilai bahwa tool AI yang benar-benar memahami semesta manusia akan berkembang dengan pendekatan lebih manusiawi. Idealnya, tool AI tersebut tak akan menggantikan peran manusia di muka Bumi.

    Ia juga mengklarifikasi soal kritikan banyak pihak yang menyebut Musk hipokrit. Ia kerap menyindir pengembangan AI, tetapi justru membuat perusahaan AI.

    Musk berdalih ia sebenarnya tak mau ikut mengembangkan AI. Menurut dia, menunda pengembangan AI adalah hal yang paling bijak. Namun, hal itu tak realistis.

    Sebagai informasi, Musk merupakan salah satu pengusaha AS yang memiliki kedekatan dengan China. Dalam kunjungannya pada Mei lalu, Musk disambut seperti ‘raja’.

    Musk pun mengatakan China sejatinya mau menjalin kerja sama untuk membangun teknologi AI yang positif. “[China] tertarik untuk menciptakan kerangka kerja sama internasional dalam menetapkan regulasi AI,” ia menuturkan.



    Artikel Selanjutnya


    Mirip Terminator, Peneliti Sebut Manusia Bisa Punah Gegara AI

    (fab/fab)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.