Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Tuduh Microsoft Curi Data Buat Pemerintah, Simak!
    Insight News

    Elon Musk Tuduh Microsoft Curi Data Buat Pemerintah, Simak!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Mei 2023Updated:20 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Twitter mengirim surat khusus kepada CEO Microsoft, Satya Nadella. Dalam surat itu, Twitter menuduh Microsoft ‘mencuri’ dan menggunakan data miliknya dengan semena-mena.

    Sebelum mengirim surat resmi, pemilik Twitter Elon Musk sudah lebih dulu menyerang Microsoft melalui kicauannya yang diunggah bulan lalu.

    Musk mengatakan Microsoft “secara ilegal” menggunakan data Twitter untuk melatih teknologi kecerdasan buatan (AI).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam surat resminya, dijelaskan pula bahwa Microsoft menolak membayar penggunaan data yang dimaksud. 

    Lebih lanjut, Twitter juga menuduh Microsoft membagikan datanya ke lembaga pemerintah tanpa izin. 

    “Microsoft selama ini telah melanggar beberapa ketentuan perjanjian,” tertulis dalam surat tersebut, dikutip dari The New York Times, Jumat (19/5/2023).

    Sebagai informasi, surat itu ditulis Alex Spiro yang merupakan pengacara pribadi Elon Musk. Adapun data yang dimaksud berhubungan dengan platform periklanan Microsoft.

    Selama ini, pengiklan menggunakan platform Microsoft untuk mengelola akun media sosial mereka, termasuk Twitter.

    Menurut The New York Times, surat tersebut mengindikasikan Twitter sedang menagih pembayaran dari Microsoft. Beberapa saat lalu, Musk sempat mendesak jejeran manajemen Twitter untuk segera menghasilkan uang.

    Pasalnya, bisnis Twitter sedang berdarah-darah, bahkan hampir bangkrut.

    Selama beberapa bulan terakhir, Musk mencoba banyak gebrakan demi menghasilkan duit untuk Twitter. Salah satunya dengan meluncurkan fitur Twitter Blue, yakni versi berbayar dari media sosial berlogo burung.

    Pada Maret lalu, perusahaan juga mengatakan akan meningkatkan biaya bagi pengembang untuk mendapatkan akses ke data tweet-nya.

    Tanggapan Microsoft

    Microsoft mengatakan tidak akan membayar Twitter untuk data yang digunakan. Juru bicara Microsoft Frank Shaw mengonfirmasi bahwa perusahaan telah menerima surat Twitter dan akan menanggapinya.

    “Kami berharap dapat melanjutkan kemitraan jangka panjang kami dengan Twitter,” katanya.

    Di luar itu, Musk dan Microsoft belakangan memiliki hubungan yang kurang baik. Pemicunya karena Musk mengkritik peran Microsoft atas OpenAI, perusahaan baru di balik chatbot ChatGPT.

    Musk yang turut membangun OpenAI pada tahun 2015 lalu mengatakan Microsoft mengendalikan keputusan bisnis startup tersebut. Diketahui, Microsoft menjadi salah satu investor pertama OpenAI.



    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.