Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Terjebak Investasi Bodong, Simak Kisahnya!
    Insight News

    Elon Musk Terjebak Investasi Bodong, Simak Kisahnya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Mei 2023Updated:31 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk mengakuisisi Twitter senilai US$44 miliar tahun lalu. Bisa dibilang, pembelian tersebut merupakan ‘investasi bodong’.

    Menurut laporan Fidelity, Twitter saat ini hanya bernilai 33% dari nilai yang awalnya dibayar sang miliarder.

    Valuasi Twitter kini sekitar US$ 15 miliar. Angka tersebut berasal dari penilaian perusahaan investasi atas saham mereka di Twitter, yang dibantu oleh Fidelity.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengutip Mashable, valuasi Twitter dari Fidelity mengikuti pola sejak Musk mengambil alih pada Oktober 2022. Fidelity secara konsisten menurunkan kepemilikannya di perusahaan tersebut. Mereka menurunkan nilai sahamnya sebesar 56% hanya sebulan setelah akuisisi ditutup.

    Pada akhir Februari, Fidelity kembali menurunkan peringkat sahamnya lebih dari 63%.

    Terlepas dari klaim Musk baru-baru ini tentang Twitter yang akan segera mencapai titik impas atau bahkan menguntungkan, prospek perusahaan tidak terlalu baik.

    Twitter kehilangan sekitar setengah dari pengiklan terbesarnya ketika Musk mengambil alih.

    Banyak pengiklan yang masih belum kembali awal tahun ini. Bagi mereka yang masih bertahan jadi pengiklan Twitter, budget yang dialokasikan jauh lebih sedikit. 

    Musk beralih ke model pendapatan berbasis langganan seperti Twitter Blue untuk menutupi kerugian tersebut. Sayangnya, model itu belum menunjukkan hasil.

    Twitter Blue adalah layanan berlangganan US$ 8 per bulan yang memberikan fitur premium, seperti tweet dan video yang lebih panjang, serta tanda centang biru untuk verifikasi.

    Berdasarkan data terbaru dari peneliti Travis Brown, kurang dari 1% dari seluruh basis pengguna aktif bulanan Twitter telah berlangganan Twitter Blue.

    Produk langganan Twitter lainnya, yang disebut Subscription, memungkinkan pengguna membayar biaya bulanan langsung ke pengguna Twitter tertentu untuk mengakses tweet berbayar eksklusif dan konten lainnya.

    Musk sendiri membocorkan bahwa dia memiliki sekitar 25.000 pelanggan bulan lalu atau hanya 0,018% dari sekitar 136,4 juta pengikut yang dia miliki saat itu.

    Musk sejak itu mengumumkan bahwa Linda Yaccarino, mantan eksekutif periklanan NBCUniversal, akan bergabung untuk menggantikan Musk sebagai CEO.

    Tindakan ini seolah-olah dilakukan untuk membantu membalikkan keadaan terkait masalah Twitter dengan pengiklan. Namun, Musk telah menjelaskan bahwa dia akan tetap bergabung di manajemen Twitter.



    Artikel Selanjutnya


    Investor Ancam Elon Musk, Disuruh Jual Murah Twitter

    (fab/fab)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.