Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Sebut 33% Akun Twitter Adalah Bot & Spam, Benarkah?
    Insight News

    Elon Musk Sebut 33% Akun Twitter Adalah Bot & Spam, Benarkah?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Agustus 2022Updated:20 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk memperkirakan ada 33% akun di twitter merupakan akun spam atau dikenal sebagai bot. Namun benarkah klaim tersebut?

    Pencipta dan pengelola Botometer Kaicheng Yang mengatakan angka itu tidak berarti apa-sapa. Botometer sendiri merupakan alat online untuk melacak spam dan akun palsu dan digunakan oleh tim Elon Musk untuk memperkirakan angka akun bot.

    Yang mempertanyakan metode yang digunakan tim Elon Musk. Dia juga mengatakan tim Elon Musk tidak mendekatinya sebelum menggunakan alatnya, dikutip dari BBC, Jumat (19/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Botometer merupakan alat dengan beberapa indikator misalnya kapan atau seberapa sering akun mengunggah tweet dan konten postingan dibagi dalam skor 0-5. Skor 0 menunjukkan akun tidak mungkin bot dan 5 artinya akun bukan manusia.

    Namun para peneliti mengatakan alat itu tidak memberikan jawaban pasti apakah satu akun adalah bot atau bukan. “Untuk memperkirakan prevalensi (bot), Anda harus memilih ambang batas memotong skor,” jelas Yang.

    “Jika Anda mengubah ambang batas dari 3 menjadi 2 maka mendapatkan lebih banyak bot dan sedikit manusia. Jadi bagaimana memilih ambang ini adalah kunci dari jawaban berapa banyak bot di platform”.

    Menurut Yang, tim Elon Musk tidak menjelaskan ambang batas agar mencapai angka 33%. “(Penggugat) tidak membuat detailnya jelas, jadi dia (Musk) memiliki kebebasan melakukan apapun yang dia inginkan. Jadi bagi saya angka itu tidak berarti apa-apa,” kata dia.

    Sebelumnya Elon Musk membatalkan kesepakatan membeli Twitter senilai US$44 miliar. Bulan Juli lalu, pemilik Tesla itu mengatakan keengganannya membeli raksasa media sosial tersebut karena tidak bisa memverifikasi berapa banyak manusia dalam platform.

    Sejak itu, orang terkaya dunia telah berulang kali mengklaim akun palsu dan spam jumlahnya bisa berkali-kali lipat dari yang dinyatakan Twitter.

    Dalam gugatannya yang dipublikasikan 5 Agustus, Elon Musk mengklaim seperti akun Twitter adalah palsu. Dengan angka tersebut, tim memperkirakan minimal 10% pengguna aktif harian merupakan bot.

    Sementara itu pihak Twitter memperkirakan kurang hari 5% pengguna aktif hariannya adalah akun bot.


    Artikel Selanjutnya


    Ex CEO Twitter Bersyukur Elon Musk Ambil Twitter

    (npb/roy)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.