Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Saja Takut Sama Teknologi ‘Pembunuh Manusia’ Ini
    Insight News

    Elon Musk Saja Takut Sama Teknologi ‘Pembunuh Manusia’ Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Februari 2023Updated:10 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, mengaku takut dengan teknologi yang satu ini. Teknologi tersebut adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence(AI).

    Seperti yang diketahui, belakangan ChatGPT menjadi viral di internet. Layanan chatbot berbasis AI itu digadang-gadang sebagai masa depan.

    Mengenai keberadaan AI, Musk sempat menyatakan ketakutannya soal kecerdasan buatan menjadi ancaman bagi manusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pendiri Tesla khawatir bahwa segelintir perusahaan besar akan mengendalikan sistem AI dengan tingkat kekuatan “ekstrem”.

    Menurut pendapat Musk, kecil kemungkinannya manusia akan aman dari sistem seperti itu.

    “Mungkin ada peluang sukses 5 persen hingga 10 persen [membuat AI aman],” katanya kepada staf Neuralink setelah menunjukkan kepada mereka sebuah film dokumenter tentang AI, dikutip dari The Independent, Jumat (10/2/2023).

    Dia juga memberitahu mereka bahwa dirinya berinvestasi di DeepMind dengan tujuan mengawasi perkembangan AI Google.

    Musk telah meminta perusahaan yang mengerjakan AI untuk memperlambat kinerja demi memastikan mereka secara tidak sengaja membangun sesuatu yang tidak aman.

    “Antara Facebook, Google, dan Amazon – dan bisa dibilang Apple, tetapi mereka tampaknya peduli dengan privasi – mereka memiliki lebih banyak informasi tentang Anda daripada yang dapat Anda ingat,” katanya kepada Rolling Stone.

    “Ada banyak risiko dalam konsentrasi kekuasaan. Jadi jika AGI [kecerdasan umum buatan] mewakili tingkat kekuatan yang ekstrem, haruskah itu dikendalikan oleh beberapa orang di Google tanpa pengawasan?” imbuhnya.

    Meskipun dia tidak menjelaskan ancaman apa yang bisa ditimbulkannya, dia sebelumnya mengatakan bahwa AI adalah “risiko mendasar” bagi keberadaan peradaban manusia.

    Dia percaya perkembangannya perlu diatur secara proaktif.

    “Saya memiliki paparan AI paling canggih dan menurut saya orang-orang harus benar-benar memperhatikannya,” ujarnya pada bulan Juli.

    “Saya terus membunyikan bel alarm, tetapi sampai orang melihat robot turun ke jalan membunuh orang, mereka tidak tahu bagaimana harus bereaksi karena tampaknya begitu halus.”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Siap-siap! Anak Virtual Akan Jadi Kenyataan, Anda Tertarik?

    (dem)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.