Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Minta ChatGPT Disetop, Ternyata Ada Maunya!
    Insight News

    Elon Musk Minta ChatGPT Disetop, Ternyata Ada Maunya!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 April 2023Updated:12 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa saat lalu, Elon Musk dan ribuan pemimpin teknologi menandatangani petisi untuk menyetop sementara (pause) pengembangan ChatGPT dan penerapan teknologi kecerdasan (AI) serupa.

    Musk memang terkenal gemar mengkritik ChatGPT. Ia mengatakan layanan AI serupa berisiko membahayakan peradaban manusia.

    Namun, ternyata Musk dilaporkan memborong 10.000 GPU untuk mengembangkan generative AI serupa ChatGPT, dilaporkan Insider, Rabu (12/4/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kabarnya, GPU itu digunakan untuk Twitter. Memang tak dirinci lebih lanjut GPU itu akan dibuat apa. Namun, laporan sebelumnya pada Februari lalu menunjukkan niat Musk membuat chatbot AI pesaing ChatGPT.

    Selain itu, perlu diketahui, bahwa Microsoft pada 2020 lalu juga membeli 10.000 GPU. Kala itu, aset tersebut diperuntukan bagi penggunaan OpenAI, perusahaan yang mengembangkan ChatGPT.

    Microsoft adalah salah satu investor pertama OpenAI. Wajar jika spekulasi soal Musk memborong 10.000 GPU dikaitkan dengan pengembangan AI.

    Jika benar, hal ini menjadi kontraproduktif dengan petisi yang ia tandatangani. Dalam petisi yang dipublikasikan Maret lalu, Musk mengajak banyak pimpinan teknologi untuk turut andil memberantas pengembangan AI. Salah satunya termasuk pendiri Apple Steve Wozniak.

    Tentu saja, ada beberapa pimpinan teknologi yang tak setuju. Salah satunya pendiri LinkedIn Reid Hoffman. Ia bahkan kala itu sudah mencium gelagat Musk.

    Menurut dia, Musk ingin menyetop pengembangan AI untuk kepentingan pribadi. Kalau Twitter diam-diam mengembangkan chatbot AI dan Musk meminta platform lain berhenti membuat teknologi serupa, maka tuduhan Hoffman menjadi valid.

    Bagaimana menurut Anda?




    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.