Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Ketahuan Jual Saham Ilegal Rp 122 T, Investor Tesla Ngamuk
    Insight News

    Elon Musk Ketahuan Jual Saham Ilegal Rp 122 T, Investor Tesla Ngamuk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Juni 2024Updated:3 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemegang saham Tesla mengajukan gugatan ke CEO Elon Musk atas dugaan penjualan saham ilegal atau insider trading pada 2022 lalu.

    Kala itu, Musk menjual saham Tesla senilai lebih dari US$ 7,5 miliar atau setara Rp 121,6 triliun, dikutip dari Reuters, Senin (3/6/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut para pemegang saham, Musk sengaja menjual sahamnya sebelum laporan soal anjloknya produksi dan penjualan mobil Tesla diumumkan ke publik.

    Dalam gugatan tersebut, pemegang saham Tesla Michael Perry mengatakan harga saham perusahaan anjlok setelah sang raksasa mobil listrik mengumumkan kinerja kuartal keempat (Q4) 2022 pada 2 Januari 2023.

    Namun, Musk sudah lebih dulu secara ilegal meraup keuntungan senilai US$ 3 miliar atau Rp 48,6 triliun melalui insider trading.

    “Musk mengeksploitasi posisinya di Tesla dan melanggar tugas dan tanggung jawabnya di Tesla,” tertera dalam gugatan yang dilayangkan ke pengadilan Delaware.

    Pemegang saham Tesla menuntut Musk mengembalikan profit yang diterima melalui perdagangan saham secara ilegal.

    Dalam gugatan, disebutkan Musk menjual saham selama beberapa kali dalam periode November dan Desember 2022.

    Pemegang saham juga menilai para jejeran manajemen Tesla melakukan pelanggaran dengan mengizinkan Musk menjual sahamnya pada periode tersebut.

    Musk tak segera menanggapi permintaan konfirmasi atas gugatan hukum tersebut.

    Perry mengatakan Musk pada 2022 lalu sesumbar bahwa permintaan unit Tesla pada 2022 ‘sempurna’. Namun, kenyataannya justru memperlihatkan fakta sebaliknya.

    Musk memiliki akses data real-time dan memutuskan menjual sahamnya dalam jumlah besar sebelum informasi sebenarnya diketahui publik.

    Pada Januari, saham Tesla anjlok karena beberapa faktor. Antara lain lesunya penjualan dan keputusan perusahaan mendiskon produk gila-gilaan hingga membuat investor khawatir soal kelangsungan bisnis perusahaan.

    “Jika Musk menjual sahamnya setelah informasi itu diumumkan. Uang yang ia terima dari penjualan akan kurang dari 55% dibandingkan penerimaannya dari perdagangan pada November dan Desember 2022,” tertera dalam dokumen gugatan.




    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.