Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Digugat Investor Tesla, Dituduh Pakai Info Ordal
    Insight News

    Elon Musk Digugat Investor Tesla, Dituduh Pakai Info Ordal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Juni 2024Updated:1 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang investor Tesla menuduh CEO Elon Musk menggunakan informasi orang dalam (ordal) di perusahaannya untuk menjual saham Tesla demi mendapatkan untung. Padahal saat itu perusahaan melaporkan kerugian akibat penurunan penjualan unit mobil listrik.

    Menurut gugatan yang diajukan di Delaware Chancery Court, investor itu adalah Michael Perry. Ia mengatakan bahwa Musk mengetahui harga saham Tesla akan meleset dari ekspektasi kuartal keempat tahun 2022 karena pengiriman kendaraan yang tidak sesuai ekspektasi.

    Musk kemudian memilih menjual saham Tesla senilai US$7,5 miliar pada November dan Desember 2022 sebelum laporan keuangan dipublikasikan pada 2 Januari 2023.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perry mengklaim bahwa Musk mendapat keuntungan yang tidak semestinya, sekitar US$3 miliar (Rp 48 triliun) dari informasi penjualan Tesla yang ia dapatkan dari ordal.

    “Musk memanfaatkan posisinya di Tesla, dan dia melanggar kewajiban fidusianya kepada Tesla,” tulis gugatan yang diajukan Perry, dikutip dari Reuters, Sabtu (1/6/2024).

    Gugatan itu meminta Musk untuk mengembalikan keuntungan yang diperoleh dari transaksi tersebut.

    Gugatan tersebut juga menuduh direktur Tesla melanggar kewajiban fidusia dengan mengizinkan Musk menjual sahamnya.

    Musk dan Tesla tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters.

    Dalam gugatannya, Perry mengatakan Musk, yang pada tahun 2022 mengatakan permintaan kendaraan Tesla sangat baik, mengetahui angka yang lebih rendah dari perkiraan pada pertengahan November. Miliarder itu menggunakan aksesnya ke data real-time, dan menjual sahamnya sebelum informasi bersifat publik.

    Menyusul berita diskon harga kendaraan yang memicu kekhawatiran permintaan dan dirilisnya angka pada Januari, saham Tesla anjlok.

    “Seandainya (Musk) menunggu untuk melakukan penjualan ini sampai setelah kabar penjualan (Tesla) anjlok dirilis, penjualan sahamnya akan menghasilkan kurang dari 55% dari jumlah realisasi penjualan pada November dan Desember 2022,” kata gugatan tersebut.




    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.