Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Buka-Bukaan Alasan Matikan Starlink di Ukraina
    Insight News

    Elon Musk Buka-Bukaan Alasan Matikan Starlink di Ukraina

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 September 2023Updated:11 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk buka suara soal alasan mematikan jaringan satelit internet Starlink di Ukraina. Dia beralasan enggan melibatkan dirinya dengan tindakan perang yang ‘besar’.

    Diketahui, Musk menolak memasang jaringan satelit Starlink di kota pelabuhan Sevastopol. Ukraina meminta mengaktifkan Starlink di area itu pada tahun lalu dalam rangka membantu serangan ke Rusia.

    “Tujuannya jelas untuk menenggelamkan sebagian besar armada Rusia yang berlabuh. Jika permintaan itu disetujui, maka SpaceX akan eksplisit terlibat dalam perang dan eskalasi konflik,” kata Musk dalam unggahan di akun X, dikutip dari Reuters, Senin (11/9/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CNN mengutip biografi soal miliarder tersebut yang ditulis Walter Isaacson. Tahun lalu, drone kapal selam Ukraina berisi bahan peledak mendekati armada Rusia, namun kehilangan konektivitas dan terdampar di darat.

    Keputusan Musk menolak permintaan Ukraina karena takut Rusia akan membalas serangan tersebut dengan nuklir. Pengusaha 51 tahun itu takut akan ada ‘mini-Pearl Harbor’.

    Vadym Skybytskyi yang merupakan perwira di Direktorat Intelijen GUR Kementerian Pertahanan Ukraina tidak langsung mengonfirmasi soal penolakan Musk. Menurutnya, perlu penyelidikan lebih lanjut soal maksud penolakan Musk.

    Sementara itu, juru bicara Pentagon menolak mengomentari keputusan Musk. Sebelumnya, pihak Pentagon menjelaskan SpaceX punya kontrak dengan Departemen Pertahanan untuk membeli layanan ke Ukraina.

    “Departemen terus bekerja sama dengan industri komersial untuk memastikan memiliki kemampuan yang dibutuhkan Ukraina untuk membela dirinya,” kata juru bicara tersebut.

    Sebelumnya, SpaceX yang dimiliki Musk menyumbangkan layanan internet Starlink untuk Ukraina dan militer setempat. Perusahaan menandatangani kontrak terpisah dengan lembaga bantuan luar negeri Amerika Serikat (AS).

    SpaceX menyediakan 4.000 satelit sejak awal perang Ukraina dan Rusia tahun 2022 lalu.



    Artikel Selanjutnya


    Beri Pelajaran AS, Rusia Hancurkan Stasiun Starlink Ukraina

    (npb/npb)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.