Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Bisa Boncos Gegara Konflik Hamas-Israel
    Insight News

    Elon Musk Bisa Boncos Gegara Konflik Hamas-Israel

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Oktober 2023Updated:13 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Regulator Eropa telah mengirim surat resmi ke X (dulunya Twitter), untuk menghimpun informasi terkait penyebaran konten ilegal dan disinormasi pada platform media sosial tersebut. Permintaan investigasi itu menyusul pecahnya konflik Hamas-Israel yang diduga makin parah akibat konten-konten menyesatkan di platform internet.

    Komisioner Eropa untuk pasar internal Thierry Breton mengatakan pihaknya sedang menyelidiki apakah X patuh terhadap aturan Digital Services Act (DSA) yang berlaku di Uni Eropa. DSA menetapkan aturan bahwa penyedia layanan internet harus membersihkan konten negatif dan ujaran kebencian.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “DSA melindungi kebebasan berekspresi dan dekomrasi kami, termasuk dalam kondisi kritis seperti sekarang,” kata Breton, dikutip dari CNBC International, Jumat (13/10/2023).

    Kebijakan DSA sudah berlaku sejak Agustus tahun ini. Secara teknis, layanan internet yang memiliki lebih dari 45 juta pengguna aktif bulanan (MAU) dan beroperasi di Eropa wajib menghapus konten ilegal di platformnya. Mereka juga harus membagikan detil metodologi yang digunakan.

    Jika gagal mematuhi ketentuan aturan DSA, platform bisa kena denda 6% dari total pendapatan tahunan di wilayah Eropa.

    Untuk memberikan peringatan ke penyedia platform, Breton telah mengirim surat ke para petinggi raksasa teknologi. Antara lain Elon Musk (X/Twitter), Mark Zuckerberg (Meta), dan Shou Zi Chew (TikTok).

    Komisi Eropa dalam keterangan resminya mengatakan telah meminta X untuk mengizinkan investigasi yang lebih mendalam. Komisi Eropa ingin fokus menyelidiki kepatuhan X ke DSA dalam hal kebijakan dan praktik tentang penanggulangan konten ilegal, penanganan keluhan pengguna, serta pengukuran risiko dan mitigasi.

    X diwajibkan menyerahkan informasi yang diminta Komisi Eropa terkait ‘protokol penanganan krisis’ perusahaan paling lambat pada 18 Oktober mendatang. Selain itu, data-data terkait harus diserahkan paling lambat pada 31 Oktober, agar Komisi Eropa bisa mengambil langkah selanjutnya.

    X menolak berkomentar soal permintaan investigasi oleh Komisi Eropa. Namun, CEO X Linda Yaccarino membagikan responsnya atas surat peringatan dari Breton.

    “Menanggapi penyerangan Israel oleh Hamas baru-baru ini, kami mengerahkan tim internal untuk menangani situasi yang terjadi [dalam platform X],” kata dia.


    Artikel Selanjutnya


    Medsos China Banjir Kecaman ke Israel Gegara Sebuah Cuitan

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.