Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Bilang ChatGPT Boneka Microsoft, CEO Bantah
    Insight News

    Elon Musk Bilang ChatGPT Boneka Microsoft, CEO Bantah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Mei 2023Updated:21 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Microsoft Satya Nadella mengatakan tidak benar bahwa Microsoft mengendalikan mitranya OpenAI. OpenAI adalah perusahaan pencipta robot chat yang didukung kecerdasan buatan ChatGPT.

    Pernyataan Nadella muncul setelah Elon Musk, CEO Tesla Twitter dan SpaceX, yang juga ikut mendirikan OpenAI, mengklaim dalam sebuah wawancara beberapa waktu yang lalu bahwa “Microsoft memiliki pengaruh yang sangat kuat, bisa dibilang secara langsung mengontrol, OpenAI pada saat ini.”

    Musk telah menjadi pengkritik vokal atas kemajuan baru-baru ini dalam kecerdasan buatan (AI). Pemilik Twitter tersebut adalah salah satu dari lebih dari 27.000 orang yang menandatangani surat terbuka pada bulan Maret yang meminta laboratorium AI untuk menghentikan pengembangan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Begini, meskipun saya sangat menghormati Elon dan semua yang dia lakukan, saya hanya akan mengatakan itu tidak benar,” kata Nadella, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis 918/5/2023).

    “OpenAI sangat membumi dalam misi mereka untuk dikendalikan oleh dewan nirlaba. Kami memiliki kepentingan yang tidak terkendali di dalamnya, kami memiliki kemitraan komersial yang hebat di dalamnya.

    Pembuat ChatGPT, OpenAI didirikan pada 2015 sebagai organisasi nirlaba. Strukturnya berubah pada 2019, ketika dua eksekutif puncak menerbitkan postingan blog yang mengumumkan pembentukan entitas “capped-profit” atau “perusahaan yang membatasi labanya” yang disebut OpenAI LP.

    Aturan saat ini, membatasi investor pertama di OpenAI, hanya meraih pengembalian investasi 100 kali dari modal yang disetor. Batas pengembalian investas yang lebih rendah ditetapkan untuk investor di ronde pendanaan berikut, termasuk Microsoft.

    Microsoft sendiri telah mengumumkan investasi multi-tahun, miliaran dolar ke OpenAI pada bulan Januari. Investasi ini menandai fase ketiga dari kemitraan antara kedua perusahaan.

    Perusahaan software itu juga telah mengintegrasikan teknologi OpenAI, seperti GPT-4, ke seluruh produk dan layanannya dalam beberapa bulan terakhir.



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.