Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Beli Twitter Rp 668 triliun, Duitnya Dari Mana?
    Insight News

    Elon Musk Beli Twitter Rp 668 triliun, Duitnya Dari Mana?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Oktober 2022Updated:6 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk dipastikan tetap melanjutkan penawaran membeli Twitter senilai US$44 miliar (Rp 668 miliar). Namun dari mana uang pemilik Tesla itu untuk membeli Twitter?

    Dilaporkan CNBC Internasional pada April lalu, miliarder itu kemungkinan akan berutang pada Morgan Stanlet sebesar US$25,5 miliar dan komitmen pendanaan ekuitas sebesar US$21 miliar. Pendanaan itu beberapa diantaranya berasal dari Bank of America, Barclays, serta MUFG.

    Binance, platform jual beli aset kripto, dikabarkan juga ikut berinvestasi pada pembelian tersebut. Dalam daftar pendanaan ekuitas, perusahaan dilaporkan berinvestasi US$500 juta sebagai bagian dari janji pembiayaan US$7 miliar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CNBC Internasional menuliskan investasi ini jadi modal CEO dan pendiri Binance Changpeng Zhao mewujudkan Web3. Dia diketahui percaya pada visi dunia kripto soal jenis internet itu, dikutip Kamis (6/10/2022).

    “Kami senang bisa membantu Elon mewujudkan visi baru untuk Twitter,” kata Zhao kepada CNBC Internasional beberapa waktu lalu.

    “Kami berharap bisa berperan dalam menyatukan media sosial dan Web3 serta memperluas penggunaan dan adopsi teknologi kripto serta blockchain”.

    Sementara itu, dalam keterbukaan saham, Musk mengatakan tetap akan membeli Twitter. Ini agak berbeda dengan sikapnya yang pernah membatalkan kesepakatan.

    Kesepakatan itu sempat batal akibat Musk menilai Twtter membuat pernyataan menyesatkan mengenai jumlah akun bot spam dalam platform. Musk diketahui ingin menilai klaim Twitter mengenai jumlah akun spam hanya 5% dari pengguna aktif harian (mDAU).

    Inilah yang membuat Musk dan Twitter berhadapan di persidangan Delaware’s Court of Chancery pada 17 Oktober 2022. Raksasa jejaring sosial itu menginginkan bos Tesla tetap menutup kesepakatan pembelian.

    Reuters melaporkan nampaknya Musk yang ingin tetap membeli karena enggan berbicara di hadapan pengadilan dan mengungkapkan ke publik, pembicaraan dan negosiasi dengan investor pendukungnya dalam rencana akuisisi Twitter.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Pegawai SpaceX Dipecat, Gara-gara Kritik Elon Musk?

    (npb)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.