Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»El Nino Sudah Tiba, Ini Nasib Manusia dan Makhluk Bumi Lain
    Insight News

    El Nino Sudah Tiba, Ini Nasib Manusia dan Makhluk Bumi Lain

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Juli 2023Updated:7 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id –  dan diramalkan sebagian besar terjadi hingga paruh kedua 2023. Pengumuman dilakukan oleh Badan Meteorologi Dunia (WMO) belum lama ini.

    “Permulaan El Niño akan sangat meningkatkan kemungkinan memecahkan rekor suhu dan memicu panas yang lebih ekstrim di banyak bagian dunia dan di lautan,” kata Petteri Taalas, sekretaris jenderal WMO, dikutip Jumat (7/7/2023).

    Fenomena El Nino merupakan sistem iklim alami yang membuat suhu permukaan laut lebih hangat dari rata-rata Samudra Pasifik dekat khatulistiwa. El Nino biasanya akan terjadi setiap 2 hingga 7 tahun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Taalas menjelaskan pengumuman ini sebagai pengingat bagi pemerintah seluruh dunia. Dengan begitu mereka bisa melakukan persiapan menghadapi El Nino dan dampak yang ditimbulkannya nanti.

    “Deklarasi El Niño oleh WMO adalah sinyal bagi pemerintah di seluruh dunia untuk memobilisasi persiapan guna membatasi dampak terhadap kesehatan kita, ekosistem kita, dan ekonomi kita,” tambahnya.

    “Peringatan dini dan tindakan antisipatif dari peristiwa cuaca ekstrem yang terkait dengan fenomena iklim besar ini sangat penting untuk menyelamatkan nyawa dan mata pencaharian,” ujarnya lagi.

    Sebelumnya National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memperkirakan El Nono akan menguat hingga musim dingin mendatang. Peristiwa itu terjadi di Bumi bagian utara.

    Salah satu dampak yang bakal dirasakan dengan kehadiran El Nino adalah kenaikan harga komoditas seperti pangan dan pakaian. ahli iklim bernama Christopher Callahan mencatat kerugian di Bumi pada beberapa periode. Yaitu pada 1997-1998 mencapai US$ 5,7 triliun dan 1982-1983 sebesar US$4,1 triliun.

    “Cuaca ekstrem yang terkait dengan El Niño menyebabkan banjir, kebakaran hutan, angin topan, dan bencana alam lainnya,” pungkasnya dikutip CNN International.

    Selain itu El Nino juga akan berdampak pada cuaca yang tidak normal di sejumlah wilayah. “Ini termasuk kekeringan di Asia Tenggara dan Australia yang biasanya hujan, dan curah hujan di gurun yang biasanya gersang di wilayah AS,” kata profesor ilmu atmosfer di University of California Irvine bernama Jin-Yi Yu.


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.