Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ekonomi Lagi Sulit, Bos Huawei Mau Alihkan Fokus Bisnis
    Insight News

    Ekonomi Lagi Sulit, Bos Huawei Mau Alihkan Fokus Bisnis

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Agustus 2022Updated:23 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pendiri Huawei Technologies China mengungkapkan rencana mengalihkan fokus bisnis perusahaan. Ren Zhengfei mengatakan perusahaan saat ini akan mengejar skala untuk memastikan keuntungan dan arus kas yang sehat di tengah kondisi ekonomi global yang memasuki periode resesi panjang.

    “Dengan prinsip utama bertahan hidup, bisnis marjinal akan menyusut dan ditutup, dan dampaknya akan dirasakan oleh semua orang,” tulis pendiri Ren Zhengfei dalam email kepada staf, outlet berita keuangan Yicai melaporkan, dikutip dari Reuters, Selasa (23/8/2022).

    Pernyataan itu disampaikan Huawei kepada para karyawannya. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski demikian, Yicai tidak merinci apakah Ren menjelaskan bisnis mana yang ia sebut “marjinal”. Yang jelas, media lokal tersebut menyebut soal “personel tambahan” akan dipindahkan ke tim cadangan.

    Ren juga menyoroti pentingnya fokus awal perusahaan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

    “Kita harus jelas bahwa membangun infrastruktur TIK adalah misi Huawei, dan semakin sulit masanya, semakin kita tidak bisa goyah,” katanya.

    Huawei kemungkinan akan menutup bisnis di beberapa negara yang masih belum ditentukan. Selain itu, perusahaan juga akan mengurangi investasi serta ekspansi demi mempertahankan ritme bisnis yang sesuai mulai tahun depan. 

    Ekonomi global yang diprediksi akan terus menurun selama dekade berikutnya akibat perang dan pandemi COVID-19 membuat masa depan Huawei suram dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

    Amerika Serikat menempatkan Huawei dalam daftar hitam ekspor pada tahun 2019. Konsekuensinya, perusahaan itu dilarang mengakses teknologi penting asal AS, sehingga mengganggu kemampuannya untuk merancang chip dan komponen sumber dari vendor luar.

    Amerika Serikat mengatakan Huawei adalah risiko keamanan, yang juga telah dibantah oleh perusahaan itu.

    Pada paruh pertama 2022, Huawei menderita penurunan laba 52% menjadi 15,08 miliar yuan, menurut perhitungan Reuters. Penyebabnya adalah ekonomi yang lemah, pandemi COVID, dan tantangan rantai pasokan yang merugikan bisnis perangkat perusahaan yang menjual smartphone dan laptop.


    Artikel Selanjutnya


    Anti Virus Rusia Kaspersky di-Blacklist AS, Senasib Huawei

    (hsy/hsy)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.