Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ekonomi Digital RI Tembus Rp 1.300 T Berkat Ecommerce
    Insight News

    Ekonomi Digital RI Tembus Rp 1.300 T Berkat Ecommerce

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 November 2023Updated:5 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Nilai ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan bisa mencapai US$ 82 miliar (Rp 1.307 triliun) berdasarkan proyeksi gross merchandise value (GMV) sepanjang 2023. Angka ini didapat dari hasil riset eConomy SEA 2023 yang dibuat Google, Temasek, dan Bain&Company.

    Riset menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih diprediksi akan naik lebih tinggi dibanding rata-rata regional dan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tahun ini, sektor online travel menjadi industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi dibanding tahun sebelumnya.

    GMV online travel Indonesia diproyeksikan tumbuh dari US$ 3 miliar pada 2022, menjadi US$ 6 miliar pada 2023.

    Compound annual growth rate (CAGR) sektor ini diproyeksikan naik 21% menjadi US$9 miliar hingga tahun 2025.

    Sementara itu, sektor e-commerce masih menjadi pendorong utama dengan GMV diproyeksikan tumbuh dari US$ 58 miliar pada 2022, menjadi US$ 62 miliar pada 2023. Dengan CAGR diproyeksikan naik 15 persen menjadi US$ 82 miliar.

    Sektor media online Indonesia juga tumbuh 5 persen YoY dari US$ 6 miliar menjadi US$ 7 miliar selama satu tahun ke belakang. Sektor media online di Indonesia diperkirakan tumbuh menjadi US$ 8 miliar hingga 2025 dengan CAGR 12 persen.

    Riset menemukan bahwa Indonesia memiliki pertumbuhan yang kuat di semua sektor ekonomi digital pada 2023. Kecuali pada sektor transportasi dan makanan.

    Sektor transportasi dan makanan mengalami penurunan GMV, dari yang tadinya US$ 8 miliar di tahun lalu, menjadi US$ 7 miliar pada 2023.

    Namun demikian, CAGR sektor ini diproyeksikan akan naik 13 persen menjadi US$ 9 miliar hingga tahun 2025.

    Pemain e-commerce, pengantaran makanan, dan transportasi online telah mengurangi jumlah promosi dan insentif yang mereka tawarkan demi mencapai pertumbuhan dan profitabilitas.

    Pertumbuhan mereka melambat setelah konsumen yang sensitif harga memilih opsi lain. Namun, jumlah pengguna yang loyal masih cukup banyak, sehingga mengimbangi penurunan pertumbuhan pasar dengan kenaikan pertumbuhan pendapatan bersih.


    Artikel Selanjutnya


    Shopee-Tokopedia Bisa Panik, TikTok dan RI Makin ‘Bestie’

    (fab/fab)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.